Detail Berita

Kepala BPP Rumbia - Rumbia Tengah, Evaluasi Hasil Kinerja Para Pegawai

RUMBIA Kominfo

Penulis : Lukman

Kominfo, Rumbia - Dinas Pertanian Kab. Bombana dalam hal ini Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Rumbia dan Rumbia Tengah mengadakan Rapat rutin mingguan dengan penyuluh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyuluh Pegawai Honorer Tidak Tetap (PHTT) lingkup BPP Kec. Rumbia dan Rumbia Tengah pada Rabu, (10/2/21). 

Agenda rutin yang menjadi sasaran terkait Teknik pengumpulan data IPW (Identifikasi potensi wilayah), yang mana prosesnya adalah penyusunan RKTPP (Rencana kerja tahunan penyuluh pertanian), selain itu Cara menyusun Inventarisasi kelompok tani, Pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi dan Pelaporan luas pertanaman padi tiap wilayah penyuluh, Sebagaimana dijelaskan Sutomo selaku kepala BPP.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BPP wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah Suyoko, SP yang dihadiri oleh seluruh petugas lapangan,
yang mana menjadi pembahasan adalah Evaluasi kinerja kedisiplinan para ASN serta pemantauan kerja petugas lapangan bagi penyuluh, KPK, Mambun, dan Mannak.

Menurut Suyoko, salah satu upaya untuk menekankan agar seluruh Penyuluh ASN maupun petugas lapangan non ASN agar disiplin dalam menunaikan kewajibannya, 
seperti masuk kerja, mentaati ketentuan jam kerja, mentaati peraturan kedinasan yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang (jadwal piket), melakukan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

"Dengan cara ini harus kita lakukan penekanan terhadap bawahan, sehingga tugas-tugas kita dapat berjalan maksimal, "kata Suyoko saat memberi keterangan di ruang rapat.

Adapun alat kontrol pengawasan yang harus diberikan kepada Staf ASN dan Non PNS yaitu melalui 1.) Pejabat fungsional/petugas lapangan (ASN-PHTT) dikontrol melalui laporan kehadiran dilapangan, 2.) melaporkan hasil kinerja harian, mingguan, bulanan, dari setiap kelompok yang ada.

Lanjut, Suyoko memastikan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan SOP. mulai dari proses seleksi proposal/CPCL, verifikasi, penempatan lokasi kegiatan, penyaluran bantuan hingga sampai pengawasan dan pelaporan.

Ia berharap, para petugas lapangan dapat mensosialisasikan atau menyampaikan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan kepada kelompok tani, baik kegiatan yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Selain itu kata Kepala BPP, petugas lapangan wajib memanfaatkan lahan BPP untuk kegiatan usaha tani dan setiap jumat melakukan kerja bakti membersihkan halaman kantor BPP. Dan yang terpenting petugas lapangan wajib melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kekmpok tani dan memastikan kelompok tani yang terbentuk terdaftar di SIMLUH pertanian.

"petugas lapangan wajib melakukan pengawalan dan pendampingan setiap program dan kegiatan pertanian yang ada diwilayah dan wajib memantau dan melaporkan perkembangan/progres setiap bulan secara tertulis."pungkasnya.

Suyoko mengatakan, Diketahui Jumlah petugas lapangan/penyuluh pertanain termasuk kepala BPP dan kepala pertanian kecamatan yang ada dilingkup BPP Kec. Rumbia dan Rumbia Tengah sebanyak 17 orang. sementara Jumlah  penyuluh ASN 7 orang dan penyuluh  PHTT 6 orang. "bebernya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPP Kecamatan Rumbia memberikan apresiasi kepada seluruh petugas pertanian ( Penyuluh, Ka. BPP, KPK, Manbun, dan Mannak) atas partisipasinya mengawal program dan kegiatan di lapangan pada tahun 2020.

Laporan : Ade 


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252