Detail Berita

Dengan Pola IP400, Produksi Padi di Bombana Semakin Meningkat

RUMBIA Kominfo

Penulis : Lukman

Kominfo, Pertanian - Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu lumbung pangan padi yang mendapatkan alokasi dari Kementerian Pertanian dalam rangka Peningkatan produksi padi dengan pola IP 400, sehingga terus mengupayakan peningkatan produksi padi untuk menjamin ketersediaan beras nasional secara berdaulat khususnya di kab. Bombana pada umumnya.

Salah satu terobosan yang saat ini tengah dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo adalah melalui pola tanam padi dengan indeks pertanaman (IP) 400 yang dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi petani. 

Kadis Pertanian Kab. Bombana, Muhammad Siarah mengungkapkan penerapan pola tanam padi IP 400 merupakan salah satu langkah meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar tersedia, hingga mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor, "jelasnya.

Salah Satu kelompok tani yang mendapatkan alokasi adalah di kelompok tani Suka Damai Desa Tampabulu Kecamatan Poleang Utara yang mendapatkan alokasi kegiatan seluas 50 Ha untuk Tahap satu dimana penanaman itu dibulan November 2020. "Jadi Selanjutnya untuk tahap 2 seluas 50 Ha akan dilakukan penanaman pada bulan Februari minggu ke empat tahun 2021 ini, "kata Nengah Widana

Kata Widana, yang dimaksud IP 400 adalah cara tanam dan panen 4 kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. "sistim tanamnya itu berulang ulang hingga 4 kali dalam setahun, "ucapnya saat di mintai keterangan diruang kerjanya.

I Nengah Widana selaku Ketua Kelompok Tani Suka Damai yang Berusia 52 Tahun mengatakan, “ Ini adalah proggram yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani karena dapat  meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, sehingga penghasilan petani meningkat," ujarnya Saat dikunjungi dilokasi sawahnya, Selasa (9/2/2021).

Secara terpisah Muhammad Siarah selaku Kadis Pertanian Kab.Bombana menjelaskan bahwa, idealnya IP 400 dikembangkan disawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. 

Kata Siarah sapaan akrabnya menjelasjan kunci keberhasilan IP 400 ada di air, " jadi mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar sistem culik, dapog, tray. 

" Lakukan cara Dengan teknik semai benih diluar areal tanam yang sudah berumur 15 sampai 25 HSS dan langsung ditanam, berarti waktu panen lebih cepat dihitung dari hari setelah tanam (HST). Selain itu Penggunaan pupuk organik dan pengurangan secara bertahap pupuk kimia, pengendalian hama terpadu, manajemen tanam dan panen yang singkat dan efisien minimal 5 sampai 10 hari dengan cara mekanisasi, " jelasnya.

Hal sama dijelaskan oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Bombana, mengatakan telah menerapkan berbagai terobosan untuk terus memacu produksi pangan khususnya beras sebagai komoditas strategis. Salah satunya Memperluas area tanam di sejumlah daerah dan sementara ini masih menerapkan pola tanam padi IP400. 
 
"Kami membuat langkah-langkah tambahan dan perluasan area tanam di 2021, Untuk meningkatkan produksi yang sebelumnya tiga kali tanam dalam setahun ini menjadi empat kali setahun dan juga, "pinta Kabid

Untuk itu kata Kabid Holtikultura, Sebagai upaya dan harapan kita dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bombana ini, apalagi sudah menjadi Program tahunan dalam kegiatan APBN, "tutupnya. 

Laporan : Ade Lukman


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252