Detail Berita

Untuk Capai Target, Program Penyuluhan Pertanian Menjadi Sasaran Utama di Bombana

RUMBIA Kominfo

Penulis : Lukman

Kominfo, Pertanian - Pelaksanaan penyuluhan yang efektif dan efisien menuntut adanya suatu perencanaan dan penentuan target sasaran yang jelas dan terukur. Dalam ruang lingkup ilmu manajemen, aspek perencanaan mempunyai peranan yang sangat krusial. 

seperti kita ketahui, Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis dan partisipatif untuk memberikan arah dan pedoman, dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan selama satu tahun kedepan. hal ini dijelaskan Matius selaku koordinator Jabatan Fungsional

Menurut Matius, Programa penyuluhan memadukan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha dengan potensi wilayah yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan yang ingin dicapai, masalah-masalah dan alternatif pemecahan masalah."ucapnya.

Berangkat dari asumsi yang tersebut di atas, bahwa aspek perencanaan dalam menentukan sistem penyuluhan merupakan bagian yang krusial dan esensi. Dengan demikian penyusunan Rencana Penyuluhan Pertanian merupakan suatu keniscayaan, untuk dapat melaksanakan seluruh pelaksanaan penyuluhan yang berhasil. 

Matius menjelaskan bahwa, Sebagai kelanjutan atau perpanjangan tangan dari kelembagaan penyuluhan nasional, Balai Penyuluhan Pertanian berkewajiban melaksanakan suatu analisis dan kajian yang berkenaan dengan ruang lingkup permasalahan objek penyuluhan khususnya pertanian. 

"Hasil kajian inilah dituangkan dalam bentuk programa penyuluhan, yang merupakan suatu pedoman atau acuan dalam pelaksanaan penyuluhan secara teknis dilapangan, "terang matius

Selanjutnya rencana kerja penyuluhan ini dituangkan dalam rencana umum program Rencana Penyuluhan Pertanian sebagai landasan hukum seluruh pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan untuk satu tahun kedepan. Perbaikan data yang ada di lapangan supaya data tersebut sinkron deng data SIMLUHTAN, "ujarnya.

Lampiran lampiran yang perlu ditampilkan dalam rencana kerja, sebagai gambaran detail tentang situasi dimana seorang penyuluh melaksanakan tugas di wilayah kerjanya. Mekanisme penyusunan
Setiap penyuluh wajib menyusun atau memiliki rencana kerja yang disusun secara periodik setiap tahun. 

"Sebelum penyusunan rencana kerja, maka terlebih dahulu sudah tersusun programa di tingkat BPP dan tingkat Kabupaten maupun Provinsi, "katanya.

Teknik Pengumpulanm data Indeks Penilaian Wilayah (IPW)
Teknik Penyusunan Rencana Definitif Kelompok / Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDK/ RDKK)
Cara Penyusunan Rencana Kerja Tahun Penyuluh Pertanian (RKTPP)
Teknik Penyusunan RUK (Rencana Usaha Kelompok) Strategi Rencana Kerja Tahun 2021 Program/kegiatan dalam programa di jabarkan lebih lanjut dalam bentuk target dan sasaran ke wilayah yang lebih kecil yaitu Programa kabupaten, Programa Kecamatan/BPP dan selanjutnya program/kegiatan pada tingkat wilayah kerja penyuluh. 

Matius menambahkan, Rencana kerja penyuluh mengakomodir berbagai program/kegiatan (pola topdown, botton up), Identifikasi wilayah. 
"Jadi Jadwal Rencana kerja penyuluh pertanian diharapkan sudah disusun paling lambat minggu III bulan Februari ini, kata Matius

Senada hal tersebut, Abdul Hafid selaku Pemateru menjelaskan, bahwa Bedasarkan pengalaman dalam beberapa tahun terakhir bahwa penyusunan programa penyuluhan sangat terlambat bahkan tidak disusun. Karena programa dan rencana kerja merupakan hal sangat prinsip dalam pelaksanaan penyuluhan maka penyusunannya mesti dilakukan secara rutin dan tepat waktu. 

Kata Abdul Hafid, Apabila sampai dengan bulan Februari dimana programa belum selesai disusun maka rencana kerja dapat dilakukan dengan merumuskan kegiatan rutinitas dan kegiatan yang sudah ada di tingkat Desa/wilayah kerja dan selanjunya dilengkapi dengan kegiatan dalam programa BPP apabila sudah selesai disusun.
 
Hafid selaku Pemateri kegiatan mengatakan, Perkembangan pelaksanaan penyuluhan dilaporkan secara periodik setiap bulan. Substansi isi laporan penyuluh yaitu : kegiatan yang dilaksanakan, masalah yang dihadapi, keluaran/hasil yang dicapai, dan langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Pertemaun tersebut  di laksanakan pada Rabu (17/02/2021) dihadiri oleh Kordinator Jabatan Fungsional (KJF) Kabupaten Bombana Matius Tandi P, SP, Ir. H. Agustan.M.MP, Abdul Hafid, S.ST sebagai pemateri. Kepala BPP Rumbia Suyoko,SP, Kepala BPP Rumbia Tengah Nuraini, SP serta semua penyuluh pertanian yang ada di wilayah kerja BPP Rumbia dan Rumbia Tengah. 

Laporan : Ade Lukman
 


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252