Detail Berita

Melalui Aplikasi E-RDKK, Dinas Pertanian Bombana Gelar Rakoord

RUMBIA Kominfo

Penulis : Lukman

Kominfo, Pertanian, - Di era digital dan Modernisasi seperti sekarang ini segala aspek telah memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tidak terkecuali pada sektor pertanian. Alokasi pupuk bersubsidi oleh pemerintah ditetapkan berdasarkan usulan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang disusun oleh kelompok tani yang didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan, yang pada saat tahun tahun sebelumnya masih dibuat secara manual.

Pada tahun ini sudah berbasis elektronik RDKK (e-RDKK) yang kemudian diinput secara elektronik dalam aplikasi e-RDKK. Pupuk bersubsidi ini disalurkan kepada petani yang melakukan Usaha Tani Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan. Jenis Pupuk Bersubsidi berupa Urea, SP36, NPK, ZA dan pupuk organik. Setiap petani hanya diberikan Alokasi Maksimal 2 ha.

Ketepatan penyusunan RDKK disesuaikan dengan potensi perencanaan tanam di masing-masing Desa dan kecamatan sangat menentukan ketepatan waktu dan jumlah alokasi pupuk subsidi. Ketersediaan pupuk bersubsidi sangat penting bagi suksesnya program pemerintah yaitu swasembada pangan khususnya padi, jagung, kedelai dan beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah.

Untuk menyamakan persepsi dalam aplikasi e-RDKK, maka Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Rapat Koordinasi dan Updating RDKK dalam e-RDKK pupuk bersubsidi tahun 2021 yang di buka langsung Oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah yang  dihadiri Kepala Bidang PSP Hasbi, SP. Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kepala Seksi Sarana dan Pembiayaan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Wa ode Naharia S,PKP  dan Kepala Seksi PSP, dan Seluruh admin Updating RDKK tingkat Kecamatan dengan jumlah 63 orang.

Hal ini di jelaskan Plt. Kadis Pertanian Muhammad siarah, saat Kegiatan Rakor Dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 3 Maret 2021 yang bertempat di Aula Dinas Pertanian Kab. Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya Ir. Muhammad Siarah, mengatakan, tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk mewujudkan penyediaan pupuk yang tepat sasaran dan tepat guna dengan enam prinsip yaitu (tepat jenis, tepat jumlah, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu dan tepat harga. Peningkatan kinerja sektor pertanian tidak lepas dari kondisi  faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Selain itu, Pupuk merupakan salah satu sarana produksi (saprodi) yang sangat menentukan produksi dan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, kata Muhammad Siarah, ketersediaan pupuk dipasar baik dari segi  kuantitas, kualitas dan harga yang terjangkau menjadi salah satu syarat yang harus dapat dijamin oleh pemerintah. 

Lebih lanjut, Muhammad siarah mengungkapkan, Demikian penting dan strategisnya peranan pupuk dalam  meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman sehingga pemerintah terus mendorong penggunaan pupuk dengan mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya adalah subsidi  pupuk, “ujarnya.

”Dari Rakor ini diharapkan optimalisasi input dan verifikasi e-RDKK di Tahun 2021 akan menentukan ketepatan, kecukupan, dan ketersediaan alokasi pupuk subsidi di tahun 2021 sehingga mendukung peningkatan produksi. ”tutupnya.

Laporan : Lukman

Sumber : Dinas Pertanian


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252