Detail Berita

Dispangan Bombana Lakukan Survei dan Validasi UKM di 3 Kecamatan

RUMBIA Kominfo

Penulis : Muh. Hasan Madjid

Kominfo, DKP Bombana, - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana melakukan Survei dan Validasi beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) produk pangan Lokal kripik Pisang, Kripik Ubi di Wilayah Poleang Barat, Poleang Timur dan Tontonunu, yang ditinjau langsung oleh Tim Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Tenggara, Onda, SP. Msi  bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana Muslihin, SP, pada Kamis , 25 Maret 2021.

 

Pada penjelasannya, Muslihin SP, menyampaikan bahwa UKM khususnya produk yang berbahan pangan seperti Pisang dan Ubi sangat potensial diwilayah Poleang, Poleang Timur dan Tontonunu, karena melihat bahan baku yang sangat melimpah, dan pada umumnya masyarakat menanam pisang.

Hal senada di sampaikan , Onda, SP.  selaku ketua Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Tenggara, melihat potensi bahan baku yang melimpa, bisa dikembangken menjadi usaha yang lebih bernilai jual lebih tinggi setelah produk tersebut di olah menjadi kripik atau dalam bentuk pangan lainnya, karena kalau di jual dalam bentuk pangan langsung berupa pisang relatif murah.

Menurut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ramla, SP menyampaikan bahwa survei dilakukan untuk melihat secara langsung kegiatan produksi dan memberikan supervisi dalam hal strategi utuk meningkatkan produksi, sistem pengolahan yang lebih hegenis dan sistim pemasaran, agar produk kripik yang dibuat lebih kompotitif atau bisa bersaing dengan produk lainnya dan diminati masyarakat.

Masih hal sama, Naska, selaku pelaku usaha kripik pisang di Poleang Barat, mengatakan usaha kami alhamdulillah cukup laku dipasaran dan disukai masyarakat, menang skala produksinya masih kecil, pada umumnya dibantu oleh ibu-ibu Rumah tangga, pemasarannya di drop ke warung warung atau di Daerah wisata.

"Rata-rata 100-200 bungkus perhari dengan harga Rp. 5.000-7.000 perbungkus dan dijual lagi oleh pedangan eceran Rp.10.000. "katanya.

Hal yang sama juga di sampaikan , Najamuddin, selaku pembuat dan sekaligus penjual Dompo pisang, banyak hasil prosuksi di titip di warung warung makan , hanya saja sekarang kami kesulitan untuk menjemur karena musim hujan, ujarnya. Kalau harganya bervariasi, Rp. 7.000 perbungkus jika pakai kacang atau tambahan gula, Rp. 5.000 perbungkus yang pisang saja / original. "Kalau bisa kami dibantu tempat penjemuran atau open pengering, sehingga kalau musim hujan masih bisa kami produksi, pintanya.

Saya berterima kasih kepada bapak ibu yang telah mengunjungi dan memberikan masukan untuk meningkatkan produksi kripik yang kami buat, karena terus terang kegiatan ini juga membantu memberdaya ibu-ibu, terutama tetangga, sehingga biar sedikit ada tambahan penghasilan, "kata Naska

Harapan Kepala Dinas Ketahanan pangan, Muslihin, SP, agar kegiatan produksi tetap dikerjakan, bahkan ditingkatkan, walaupun sekarang ini kita di batasi adanya wabah covid-19, seharusnya produksinya meningkat karena ibu-ibu lebih banyak waktu melakukan kegiatan di rumah.

Demikian juga disampaikan, Onda, SP. selaku ketua Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Tenggara, mengatakan, agar produksinya di tingkatkan.

"kami tidak menjanjikan bantuan, tetapi nanti pak kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana mengusulkan ke Kementerian melalui Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Sulawesi Tenggara untuk mengajukan permohonan stimulus bantuan modal atau dalam bentuk bantuan lainnya, "tuturnya.

 

karena beberapa daerah kabupaten lainnya di Sultra sudah ada yang mengajukan permohonan dan mendapat bantuan tersebut. "tutup kadis saat mengakhiri sambutannya.

 

Laporan : Muh. Hasan Madjid

Sumber : DKP Kabupaten Bombana

 

 


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252