Detail Berita

Sesuai Perda, Satpol Lakukan Pendampingan Penertiban Ternak, Dua Hewan Terjaring.

RUMBIA Kominfo

Penulis : Jafar

Kominfo, Satpol-PP, - Sesuai Perda nomor 4 tahun 2017 tentang penertiban ternak, Satpol PP Bombana hanya melaksanakan pengawasan diwilayah Ibu Kota Bombana saja, namun menyikapi hal tersebut Kantor satpol yang dikomandoi Rusman itu, kini diwajibkan setiap kecamatan, Desa dan kelurahan untuk membentuk Tim Penertiban Ternak. 

Sesuai perihal Surat Kec. Poleang Timur yang ditujukan ke Satpol-PP, tentang Permintaan Pendampingan Penertiban Ternak di Daerahnya. Dimana Kegiatan Pendampingan ini telah dilakukan kemarin pada tanggal 22 s.d 25 Maret 2021 ditempat hari lalu.

Hal tersebut diungkapkan kasat Pol-PP Bombana Rusman, menurutnya, untuk di luar wilayah Ibu Kota Bombana wajib menyurat secara resmi ke OPD Satpol, perihalnya tentang Permintaan Pendampingan untuk Penertiban Ternak.

Untuk menerapkan perda, kini Bidang PPUD (Peraturan Perundang-Undangan) Satpol PP dalam penertiban ternak telah melibatkan 10 Personel dan beberapa personel lainnya diambil dari Bidang Trantibum 1 Personel dan Linmas 1 Personel.

Rusman mengatakan, karena minimnya anggota di Bidang PPUD Satpol PP Bombana, maka dari itu sebagian personel dari dua bidang diperbantukan.

Usai melakukan penyuluhan ataupun edukasi kepada Masyarakat setempat, Rusman himbau ke warga,  bagi yang memiliki ternak agar membuatkan kandang untuk ternaknya maaing-masing, sehingga pada penertiban berikutnya tidak ada lagi ternak berkeliaran dijalanan, "ucap Rusman saat dimintai keterangan.

Berdasarkan hasil uraian kegiatan kemarin telah dilakukan Pendampingan tim penertiban ternak di beberapa tempat diantaranya di kel. Bambaea, kel. Puulemo, dan Desa Mambo yang di dampingi Camat, Kepala desa/Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seksi Trantib kec. Poleang Timur.

Saat dilakukannya penertiban, terdapat satu ekor sapi di Kel. Puulemo dan satu ekor kambing di Desa Mambo. Selanjutnya di bawa ke tempat penakaran kec. Poltim untuk di tindaklanjuti. "Memang benar saat personel lakukan penertiban, ada beberapa hewan yang terjaring.

lanjut, saat penertiban berlangsung, Wewenang sepenuhnya ada pada Tim Penertiban Ternak yang ada di Kelurahan/Desa, dan Kecamatan Poleang Timur . 

Adapun proses penanda tanganan sebagai saksi penyerahan ternak kepada pemiliknya, sesuai penetapan perda yaitu pemilik dikenakan denda. Denda ternak besar seperti sapi perekor 500 ribu di setor di KAS daerah dan 250 ribu untuk petugas.

"Jadi saat terjaring, yang harus dibayar oleh pemilik ternak 750 ribu. Untuk sebagai dasar laporan, selanjutnya di buatkan berita acara pembayaran denda dan ditandatangani Kepala Desa/Kelurahan, serta petugas penangkapan yang dikatehorikan sebagai saksi.

Rusman menambahkan, Sedangkan denda ternak kecil seperti kambing perekor 250 ribu dan 150 ribu untuk petugas penangkapan. jadi semuanya total yang harus dibayar oleh pemilik ternak 400 ribu. "Jadi perlu diketahui bersama, elanjutnya uang denda tersebut  di setor di KAS daerah.

Dari hasil Denda itu, akan di setor langsung ke KAS Daerah sebagai bahan laporan yang pasti. "Ucapnya.

Kami berharap, setelah dilakukan kegiatan ini dapat  tercipta ketentraman dan ketertiban umum terhadap ternak yang berkeliaran di tempat umum. baik di tempat ibadah, di Sekolah atau di tempat lain yang dapat membahayakan bagi pengguna jalan, " Pungkas Kasat PolPP.


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252