Detail Berita

Antisipasi Turunnya Harga Gabah Saat Panen Raya, Distan lakukan ini

RUMBIA Kominfo

Penulis : Lukman

Kominfo, - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana lakukan antisipasi terjadinya penurugan harga gabah petani. Hal itu dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan beberapa Dinas terkait.

Dinas Pertanian Kabupaten Bombana yang dipimpin oleh Muhammad Siarah dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana Muslihin, SP, bersama Kabid Penyuluhan Rahmatia, SP.,MP, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Sarwana Amir, SP.M.Si, Kordinator Jabatan Fungsional (KJF), serta Kepala Balai penyuluhan Pertanian Kecamatan Poleang Timur Syahman, S.Pt dan petani di wilayah Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana Senin, (12/4/21) dalam rangka penjajakan opsi pembelian gabah petani oleh Pemerintah.

Plt. Kepala Distan Kab. Bombana,
Muhammad Siarah mengatakan, adanya kecenderungan harga gabah yang anjlok saat panen raya tersebut telah disampaikan kepada Kementan yang sedang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Bombana. 

Pihaknya berharap Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus kepada hasil panen raya padi di Kabupaten Bombana sebagai salah satu lumbung pangan, "ujar Siarah

Disamping itu, Siarah mengatakan, Distan Bombana juga terus memantau Harga gabah yang dikatakan anjok yang menyentuh harga 3.800/kg adalah hanya isu atau tidak benar. Hal ini karena Harga terendah 3.800 ditingkat petani. Sementara kondisi  harga termurah dengan kondisi padi gabah kurang bagus karena gabah hitam dan tingkat gabah kehampaan 10-15 %.

kata Siarah, Harga gabah ditingkat petani 4.000/kg, sementara harga gabah dipenggilingan 4.200/kg. Jadi disini ada perbedaan harga.
Bukan hanya itu, termasuk stok gabah dipenggilingan UD Mandiri 320 ton, sementara stok beras 160.

Olehnya itu, dianjurkan kepada petani agar mengaktifkan dana kelompok tani agar ketika panen raya, harga gabah rendah, sehingga para kelompok dapat menampungnya.

Untuk itu, Diharapkan Bulog dapat meningkatkan daya serap gabah kering panen di tingkat petani pada musim panen raya. termasuk di perbankan agar dapat memberikan kucuran permodalan ditingkat petani karena petani terkendala dalam permodalan untuk membeli gabah.

Lebih lanjut Siarah mengungkapkan, bahwa gabah dan beras dari petani sesuai HPP. Dan itu berdasar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah Untuk Gabah Atau Beras. Dimana untuk Gabah kering panen di tingkat petani seharga Rp 4.200 per kilogram. Kemudian gabah kering giling di penggilingan sebesar Rp 5.250 per kilogram. Dan untuk harga beras di gudang Bulog sebesar Rp 8.300 per kilogram.

Untuk Gabah Kering Panen (GKP), tambah Siarah, persyaratanya yakni kadar air maksimal 2 persen dan bulir hampa maksimal 10 persen. Untuk Gabah Kering Giling (GKG), kadar air maksimal 14 persen dan bulir hampa maksimal 3 persen. Khusus untuk beras medium, kadar air maksimal 14 persen dan derajat sosoh minimal 95 persen "Persyaratan lain, bulir patah maksimal 20 persen. Serta menir maksimal 2 persen," tutup Siarah. (Ade Lukman)


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252