Detail Berita

Pencairan Dana Hibah Kelompok PAAP, Capai 60%

RUMBIA Kominfo

Penulis : Nurinsana

Kominfo, Kabaena Barat - Pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 telah diadakan rapat pertemuan Kelompok Pengelola Akses Area Perikanan (PAAP) di Balai pertemuan nelayan Kel. Sikeli di lingkungan pulau Mataha, kec. Kabaena barat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Camat Kabaena Barat, Kepala Desa Baliara Selatan, kepala desa Baliara Kepulauan, Pj. Kepala desa Baliara, Pendamping Masyarakat PAAP serta Pengurus kelompok PAAP Sabar jaya, Kamis, (27/5/21) lalu

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Kabaena Barat Musmuliadi. SH
"Program ini adalah solusi yang ditawarkan oleh pemerintah, kita bayangkan saja kondisi nelayan kita jika tidak memiliki akses untuk menangkap, bagaimana caranya agar bisa mengelola hasil laut tersebut, "kata Camat saat memberikan sambutan.

"Sebenarnya kalau diberi peluang seperti ini kita harus memanfaatkan sebaiknya baiknya, jangan cuma mengambil hasil disana tapi kita juga harus menjaga kelestariannya, kita juga berharap semua bisa berperan dengan baik sesuai kewenangan yang diberikan jangan melampaui batas, "imbuhnya

Menurutnya, Konsep awal terbentuknya Kelompok PAAP ini adalah terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah membawa dampak terhadap pemanfaatan dan pengelolaan laut, mulai dari jarak 0-12 mil itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi yang mengakibatkan Pemkab tidak mempunyai kewenangan lagi dalam batas yang telah ditentukan.

Alasannya, agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan ruang laut yang ada di wilayahnya, sesuai peraturan Gubernur Sultra Nomor 36 Tahun 2019, semua itu harus tergabung dalam kelompok PAAP.

Pada pertemuan ini, Pendamping Masyarakat PAAP Sabar Jaya juga menjelaskan kepada peserta rapat tentang Kelompok ini.
Katanya, di kabupaten Bombana ada 2 kelompok paap yang di bentuk yaitu di Kecamatan Mataoleo dan kecamatan Kabaena Barat.

Olehnya itu, Dalam rangka percepatan penetapan Kelompok PAAP Sabar Jaya yang merupakan salah satu kelompok PAAP di Sulawesi tenggara maka, diperlukan adanya pengakuan eksistensi dan keberadaanya dari Pemerintah desa/Kelurahan yang merupakan persyaratan untuk diajukan ke Gubernur, "ucap Sirajuddin selaku pendamping.

Lanjut, adapun Dana yang akan digunakan oleh Kelompok PAAP Sabar Jaya berkisar Rp.108.062.000 yang merupakan dana stimulus, yang berasal dari Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) Rare Conservation. "Dana hibah ini yang sudah cair sekitar 60%, ini juga sudah masuk ke rekening ketua kelompok PAAP Sabar Jaya atas nama Harbatin.

Hal ini disampaikan pula Camat kabaena Barat, Musmuliadi, ia menjelaskan kepada para kepala desa yang hadir saat rapat bahwa,
"Zonasi daerah konservasi bila tdk diperjuangkan, jangankan mau menangkap hasil laut, lewat saja sudah tidak bisa. Tetapi bukan serta merta kepala desa tidak bisa membangun, tentunya bisa dengan mengacu pada peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan, "ujarnya.

Diakhir kegiatan Pendamping masyarakat kelompok PAAP Sabar Jaya meminta kepada ketua agar setiap melakukan kegiatan harus lebih dulu diadakan rapat intern dengan para pengurus serta setiap pembelian apapun harus sesuai RAB, serta dibuatkan berita acara.

"Semua harus jelas peruntukannya, agar tidak terjadi kesalahan, selain itu juga setiap kegiatan, kami harus diundang juga, supaya hasil rapatnya bisa kita ketahui, "tutupnya.

Laporan : Admin Kabaena Barat, (Nurinsana)


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252