Detail Berita

Sebagai Pengendali Penyakit DBD, Dinkes Lakukan Fogging di TKP

RUMBIA Kominfo

Penulis : Musdalifah

Kominfo, Dinkes - Kegiatan penyemprotan (Fogging) ini dilaksanakan oleh Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bombana bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Kecamatan Poleang Selatan, Desa Laeya, Babinkamtibmas, Babinsa bersama Puskesmas Poleang Selatan.

Kepala bidang P2P Dinkes Kab. Bombana Andi Ira Anggraeny R,SKM.M.Kes menjelaskan Penyakit demam berdarah dengue atau DBD masih sering ditemukan, Faktor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti. Hal ini disampaikan Andi Ira saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin, (7/6/2021) kemarin

Andi Ira Mengungkapakan Peningkatan kasus suspect DBD di Kabupaten Bombana berdasarkan hasil Rapid NS1 Positif sejak tanggal 13 Mei sampai dengan 2 Juni 2021, “sebanyak 19 Kasus dan semua kasus suspect DBD tersebut berasal dari desa Laeya Kecamatan Poleang Selatan, yang telah ditangani dan dirawat di Puskesmas. Maka dari itu kegiatan fogging ini dilakukan di desa Laeya pada hari Jumat, (4/6/2021) kemarin

Tujuan dilakukan fogging kata Andi Ira, yaitu untuk membunuh nyamuk dewasa yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun, ”ujarnya saat ditemui diruang kerjanya pada senin, (7/6/2021)

Kegiatan pengendalian faktor dengan cara fogging dilakukan saat ada laporan penderita DBD yang masuk ke rumah sakit atau Puskesmas. Petugas kemudian akan melakukan penyelidikan epidemiologi dan larvasidasi di sekitar lingkungan penderita DBD terlapor, hal itu untuk mengetahui apakah ada penderita DBD lainnya atau penderita demam dalam kurun waktu yang mendekati, ”ungkapnya

Mantan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular mengatakan bahwa fogging bukan strategi yang utama dalam menghalau DBD. Pencegahan terbaiknya adalah dengan menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk, karena dikhawatirkan akan terjadi resistansi nyamuk terhadap insektisida jika dilakukan fogging terus-menerus.

Untuk menghindari serangan DBD, Anda dapat melakukan 3M Plus yaitu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, menutup rapat tempat-tempat yang dapat menampung air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakan nyamuk. kegiatan pencegahan lain seperti menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air, menggunakan obat antinyamuk, menggunakan kelambu, memelihara ikan pemangsa jentik, dan lain-lain.” jelasnya

Foging merupakan salah satu cara pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah, namun bukan yang utama dan satu-satunya. Untuk itu, Andi Ira mengajak semua warga, Mari menjadi bagian dari kesehatan komunitas dengan menjaga kebersihan lingkungan dan peduli kepada sekitar. Jangan biarkan sampah menumpuk, dan beri perhatian ekstra pada kebersihan lingkungan, “imbuhnya.

Sumber : Dinkes

Penulis : Andi Musdalifa


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252