Detail Berita

TERCATAT 98 DESA DI BOMBANA BAKAL NAIK STATUS JADI DESA BERKEMBANG

RUMBIA Kominfo

Penulis : (Ms/uL)

Rumbia, Kominfos

(Sumber : Metrosultra) Dalam peraturan mentri Desa (Permendesa) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM), dijelaskan maksud dari kategori desa Sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju dan mandiri.

Kemudian diatur juga bagaimana metode penilaian IDM, yaitu dengan cara mengisi formulir Kuisioner perkembangan IDM yang biasanya dilakukan oleh pendamping Lokal Desa.

Melihat IDM Daerah Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara secara umum dari 121 Desa masih jauh untuk menggapai kategori Desa Maju hingga mandiri. Pasalnya, dari total Desa di wilayah tersebut baru Desa Waemputang Kecamatan Poleang yang naik status dari Kategori Desa berkembang menjadi Desa Maju. Sementara untuk posisi Desa Berkembang baru mencapai 22 Desa.

Tentunya pemerintah dibutuhkan untuk beberja lebih efisien lagi untuk menaikan status 10 Desa sagat tertinggal  dan 88 Desa tertinggal keposisi Desa berkembang.

Bupati Bombana, H.Tafdil target di tahun 2020,  98 Desa yang masih posisi status tertinggal akan naik di posisi Berkembang. Selama Desa yang tertinggal ingin dibina oleh pemerintah.

“98 ini sebenarnya sedikit lagi menempati posisi berkembang. Makanya di tahun 2020, tidak ada lagi desa yang tertinggal, asalkan  desanya  serius untuk berkembang dan mau dibina. Yang jadi persoalan Desa tertinggalnya tidak mau menerima masukan dan  arahan itu  yang susah.

Untuk mencapai target Pemda Bombana meningkatkan status ke beberapa kategori, yang Pertama Kategori Desa Mandiri, yang disebut sebagai Desa Sembada. Yaitu Desa Maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan Desa untuk peningkatan kualitas hidup untuk kesejahteraan masyarakat Desa dengan ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi secara berkelanjutan.

Kemudian menyusul Kategori Desa Maju atau disebut sebagai Desa Pra Sembada. Yaitu Desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan.

Ketiga, Kategori Desa Berkembang atau bisa juga disebut dengan Desa Madya. Yaitu Desa potensial menjadi Desa Maju, yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum mengelolanya secara optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan.

Lalu yang ke-empat, kategori Desa Tertinggal atau disebut dengan Desa Pra-Madya yaitu Desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum, atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

Terakhir adalah Kategori Desa Sangat Tertinggal atau disebut sebagai Desa Pratama, adalah Desa yang mengalami kerentanan karena masalah bencana alam, goncangan ekonomi, dan konflik sosial sehingga tidak berkemampuan mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi, serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

Dalam Permendes tentang IDM lebih lanjut di jelaskan untuk menentukan status sebuah desa, maka harus dihitung berdasarkan nilai indeks.

Kemudian bidang apa saja yang di nilai dari masing-masing 3 komponen di atas ? Gambaran singkatnya ada tiga metode sebagai berikut:

Pertama Ketahanan Sosial melingkip Bidang Kesehatan, Pendidikan, Modal Sosial, Permukiman. Kemudian kedua Ketahanan Ekonomi melingkup di Bidang ekonomi saja. Dan ketiga adalah Ketahanan Lingkungan di Bidang Lingkungan / Ekologi.


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252