Detail Berita

Mencegah Maraknya Kejahatan, Satpolres Bombana Gelar Sosialisasi Saber Pungli

RUMBIA Kominfo

Penulis : Muharar

Kominfo, Poleang Selatan.

Pemerintah Kecamatan Poleang Selatan, melakukan kerjasama dengan Pihak Kepolisian Resort (Polres) Bombana dalam rangka sosialisasi tentang Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) di kantor Kecamatan Poleang Selatan. Selasa, 10 Maret 2020 tiga hari lalu

Kegiatan ini dihadiri Tim sosialisasi dari Kepolisian Resort Bombana bagian Binmas, Camat beserta staf Kecamatan Poleang Selatan, perwakilan para Kepala desa setempat, Kepala Puskesmas dan para kepala sekolah Se- Kecamatan Poleang Selatan. 

Kali ini  Camat Poleang Selatan (Sadli Sirajuddin) yang membuka kegiatan ini, dalam sambutannya menjelaskan, sehubungan tentang pungutan liar, pungutan biaya yang tidak seharusnya ada atau tidak sesuai aturan, maka pelaku yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku.

"Untuk itu Sadli berharap dengan adanya sosialisasi ini, semua bisa menambah pengetahuan masyatakat tentang Saber Pungli ini, baik yang hadir dalam kegiatan maupun yang tidak sempat hadir, "katanya

Hal ini diungkapkan pula dari Pihak Kepolisian, "Sosialisasi ini dilakukan karena sudah menjadi program dari Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas pungli di negara kita", Tegas Kasat Binmas Polres Bombana (Iptu Cursil,R.G) 

Beliau mempertegas hal tersebut, "sesuai Perpres tahun 2016 no. 87, presiden RI mencanangkan pembentukan Satgas Saber Pungli, karena melihat maraknya pungutan-pungutan liar. 

"Perlu diketahui kata Iptu Cursil, apabila terdapat Perbuatan seorang penyelenggara negara baik itu PNS, ASN, Kepolisian, Kejaksaan dan lain-lain yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara melawan hukum, maka Sesuai undang-undang akan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku. "Tegasnya.

lebih jauh Iptu Supriadi menjelaskan, Selain itu, pelanggaran tersebut termasuk pelanggaran UU Tipikor No 20 tahun 2001. "Jadi hati-hatilah dalam bertindak yang bisa merugikan diri sendiri."tuturnya.

Senada hal itu, Risard menjelaskan secara detail mengenai Pemberantasan Pungli dan menghimbau kepada peserta yang hadir agar jangan merasa takut untuk melaporkan sesuatu yang dianggap  melanggar hukum. Katanya, "sekalipun itu adalah aparat penegak hukum sendiri, "Tegasnya.

Bripka Yulius Armin, S. Ip, sebagai pemateri ke dua, menjelaskan tentang landasan hukum yang mengatur tentang mereka yang melakukan Pungli. Mulai dari ketentuan hukum, jenis pungli baik pemberi maupun penerima sampai pada ancaman hukumannya. Seperti halnya Korupsi, suap menyuap, baik yang memberi maupun yang menerima tetap di kenakan pidana dengan ancaman 9 tahun penjara.

Sebagai kesimpulan kegiatan ini Kasat Binmas mengatakan bahwa, "aksi pungli sangat merugikan masyarakat  sebab ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang berbuat demikian,"tutupnya.

Penulis : Muharar


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252