Detail Berita

Petani di Bombana Gagal Panen, Komisi II DPRD Gelar RDP dengan Dua Instansi Terkait

RUMBIA Kominfo

Penulis : Fiqran

Kominfo, Sekretariat DPRD. - Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Bombana menggelar Rapat kerja Komisi. II yang membidangi soal pertanian dan ketahanan pangan. pasalnya sebagian petani dibombana gagal panen sehingga dua instansi terkait dibombana dimintai pendapat dalam Rapat kerja komisi yang dipimpin langsung ketua Komisi II (Rumiyanto, S.Pd), Senin, 8/6/2020

Selaku ketua komisi.II menyampaikan bahwa dalam musim panen ini terjadi gagal panen di beberapa titik termasuk di Kecamatan lantari jaya, rarowatu Utara, poleang dan Kabaena. "kemungkinan ini salah satu penyebabnya karena kondisi alam," ucap Rumiyanto pada saat memimpin rapat kerja diruang komisi.II, Senin, 8/6/2020 lalu

"kenapa ini saya sampaikan karena saya berinteraksi langsung dengan petani dan memang situasinya padi kondisi saat ini banyak yang rebah, kemudian memang dibulan maret tiba-tiba panas disertai hujan yang kadang setiap harinya berturut-turut.

Selain itu Rumiyanto, menjelaskan, mungkin ini karena juga ketidak tersediaan mesin panen yang tidak memadai termasuk mesin yang sudah di kontrak tapi tidak bisa masuk ke Bombana yang salah satu faktor juga diakibatkan munculnya covid, atau karena ketidak tersedianya berkas warga yang ingin masuk ke Bombana.

Hj.andi Nuralam sebagai lening sektor pertanian mengungkapkan, terkait gagal panen yang terjadi di Kabupaten Bombana ini dikarenakan Cuaca serta kondisi transportasi yang di batasi sehingga keterbatasan alat panen karena Covid-19.

Padahal kata Andi Nuralam, jumlah alat panen kita sekitar 59 unit untuk kabupaten Bombana, sementara dengan jumlah luasan harap sawah ¬+13.000 Ha dan tercatat untuk bulan maret-juni ada 11 kecamatan dengan seluas 6.669 Ha, Sememtara luas panen tidak rebah 5.249 dari 6 ribu lebih.

Selain itu juga, ada 1.400 Ha sawah yang rebah sementara 1.369 Ha itu yang bisa di tangani dan 52 Ha tidak tertangani dari 11 Kecamatan tersebut.
Sehingga pekerja yang lainnya tidak ada laporan karena kondisi alam yang tidak bisa di prediksi."katanya.

Kemudian kata Nuralam, terkait asuransi petani yang jumlahnya sampai bulan Mei, ada 5.000 Ha, dan itu ada dalam pihak perusahaan yang menjamin tapi tidak lewat Dinas Pertanian. Terkait Tanaman padi yang rebah dan tegang atau terdampak dari banjir dan kekeringan dan terendam, itu tidak masuk kategori dalam asuransi. kemudian salah satu petani kurang tanggap dan ada lahan petani yang terendam dalam lumpur tetapi tidak dilaporkan, itu juga tidak masuk dalam kategori Asuransi.

Lebih jauh Nur Alam mejelaskan, di Bambaea itu sawah yang terkena penyakit itu sekitar 26 Ha, dan itu sudah saya laporkan di asuransi, karena hasil panennya hampa/kosong, sehingga terkait pada pemulihan ekonomi di masyarakat karena semua terdampak Covid-19.

"Jadi untuk petani anggaran dananya sejumlah 2.019.200.000 yang diperuntukan juga untuk pupuk pestisida, bibit jagung, holtikultura seperti bawang merah dan ini kita interfensi dari pupuk dan pestisida kemudian cabe merah yang kriting ini kami interfensi, kemudian pakan ternak unggas kita beli jagung petani untuk beberapa kecamatan,"paparnya.

Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Rusdiamin menjelaskan, terkait hal ini mungkin ini combain atau alat mesin panen dan saya juga sempat melakukan wawancara kepada petani dimusim yang lalu, di mana mereka bisa mendapatkan mesin panen itu. Dan mereka menyampaikan bahwa, Alat itu dari Sulawesi selatan dan saya sampaikan kenapa tidak mengambil dari konsel dan konawe, mereka menyampaikan disana juga menggunakan mesin yang ada di Bombana," ungkapnya saat menghadiri Rapat kerja

Lanjut Rusdiamin, mengatakan, kemudian kebetulan musim panen ini bertepatan dengan musim hujan dan mungkin untuk 1 mesin Merk Combain hanya bisa memanen 3-4 Ha perharinya, bagaimana dengan yang 1000 Ha, berarti kita harus menunggu lebih dari 10 hari dan mungkin wajarlah jika ada petani yang ribut terkait hal ini,"katanya

Kemudian saya juga bertanya apakah Mesin combain tidak masuk dari Sulsel, ini karena covid di perbatasan, "jawab Rusdiamin kepada pihak pekerja melalui Via selulernya.

ucapnya lagi, mereka (pekerja) juga menyampaikan bukan itu, tetapi memang alat yang dari Sulsel itu tidak ada yang keluar ke Bombana dan ini kondisi yang terjadi di lapangan.  mungkin di Poleang Timur itu ada sekitar 3-4 Ha itu sengaja tidak di panen, saya tanyakan itu kenapa,"tutur Rusdiami.

"mereka sampaikan karena musim hujan mesin panen tidak bisa masuk karena hujan, dan mungkin terkait yang rebah mungkin ini bisa di jemur dulu sebelum di masukan ke mesin, "ungkap sala seorang pekerja kepada Plt Kadis

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami sudah ada bantuan yang sudah kami data tersebar merata ke beberapa kecamatan dan tidak tumpang tindih, itu jumlah penyuluh 125 orang sementara dari PNS dan phtt sebanyak 56 orang. dan itu kami berikan upah atau honor 350.000 /bulan.

"lebih jauh lagi Rusdiamin menjelaskan, idealnya 1 desa 1 penyuluh dan mungkin ini masih kurang karena ada penyuluh yang menangani 2 sampai 3 desa, "tuturnya.

Sebelum menutup rapat tersebut ketua komisi II DPRD Kab.Bombana menyimpulkan ada 4 hal dalam rapat  yang perlu kita ketahui yaitu
- Bahwa Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan telah melakukan identifikasi masyarakat/petani yang mengalami potensi gagal panen akibat pada rebah pada musim panen bulan Maret -Juni.
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan siap memenuhi permintaan Komisi II DPRD Kab.Bombana agar 52 Ha yang di identifikasi gagal panen total agar diberikan bantuan
- Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan mengestimasi pada musim panen mendatang ketersediaan alat mesin panen diestimasi cukup
- Terkait pemulihan dana Ekonomi penanganan Covid-19 pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar di distribusikan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Rapat kerja komisi, di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan bersama kepala bidang terkait. pada Senin, 8 juni 2020 pukul 10.00 bertempat di ruang rapat komisi II./(Fiqran)

Sumber : Sekretraiat DPRD Bombana


  • Jl. Yos Dudarso No. 55 Kel. Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana, Kode Pos 93771

    Phone: 08114038411
    Email Address: kominfo.bombana@gmail.com


    Pengunjung : 602,252