• img
  • img
  • img
  • img

Detail Berita

Standard Post with Image

KELURAHAN DOULE DAN DESA TEPPOE JADI TARGET PENCANANGAN DESA CANTIK BINAAN BPS

Rumbia, Kominfo

Dalam rangka mengawal target-target pembangunan desa sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan fokus pada pengentasan desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal serta mendorong desa-desa yang berada pada kategori berkembang sehingga mampu menjadi desa kategori maju dan mandiri. Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Bombana hadir dan siap menjadi partner strategis untuk membangun pemerintah dalam upaya percepatan desa tertinggal melalui Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Rabu (3/8/2022), BPS secara resmi meluncurkan program Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan memilih Kelurahan Doule dan Desa Teppoe menjadi sampel atau percontohan. Melalui terobosan Desa Cantik yang berfokus pada pembinaan statistik, desa menjadi mampu mengelola dan memanfaatkan data statistik dalam mendukung pembangunan desa yang lebih baik.

Menurut Kepala BPS Provinsi Sultra Agnes Widiastuti, S.Si.,ME., dari program pembinaan tersebut diharapkan kapabilitas statistik desa dapat meningkat. Sehingga data statistik yang dikelola oleh desa juga dapat semakin berkualitas.

"Saya berharap dengan adanya program Desa Cantik binaan statistik, data yang dikelola semakin berkualitas sehingga tidak ada kesalahan lagi kedepannya" ungkapnya.

Tak hanya Kepala BPS Sultra, ditempat yang sama Bupati Bombana H. Tafdil, S.E., MM. juga sangat mendukung program Desa Cantik tersebut, karena pada dasarnya semua data dimulai dari desa sehingga sinkronisasi data desa sangat diperlukan untuk menjadi avuan pembangunan kedepannya.

"Kalau data desa sudah bagus berarti data kabupaten juga bagus karena seharusnya data itu semuanya berbasis di desa bukan data kabupaten" kata Bupati Bombana.

Bupati Bombana juga menambahkan bahwa di wilayak Kab. Bombana desa yang tertinggal tersisa 5 desa, selebihnya sudah masuk dalam kategori desa berkembang dan maju. Beliau juga berharap melalui program Desa Cantik ini desa tertinggal tersebut sudah tidak ada.

"Jadi perlu saya laporkan bahwa di Kab. Bombana yang tertinggal sisa 5 desa, jadi kurang lebih 4,4% yang terbanyak proporsinya itu desa berkembang selebihnya sudah maju" tutup Bupati Bombana.