• img
  • img
  • img
  • img

Detail Berita

Standard Post with Image

LOKAKARYA DISEMINASI PROYEK NSLIC/NSELRED

Rumbia, Kominfo

Pada hari Kamis (9/06) bertempat di Gammara Hotel Makassar, Proyek National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Diseminasi Proyek NSLIC/NSELRED. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman, S.T.

Selanjutnya pemaparan dari direktur Proyek NSLIC Bapak Peter Walton menjelaskan Proyek National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), adalah proyek yang didanai oleh Pemerintah Kanada dan merupakan kerjasamaantara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). NSLIC bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan pendapatan perempuan dan laki – laki miskin melalui dukungan untuk perbaikan iklim investasi dan pengembangan ekonomi regional dan lokal.

Proyek yang dirancang selama 6 (enam) tahun yaitu dari 2016 - 2022, terdiri dari dua komponen utama: 1) Peningkatan kapasitas untuk memperkuat iklim investasi lokal dan pengembangan ekonomi pemerintah daerah dan daerah; dan 2) pengembangan inovasi daerah khususnya di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara dan sejumlah wilayah yang termasuk di dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan 2020-2024.

Sejumlah hasil memuaskan telah dicapai selama lebih dari 6 tahun perjalanan proyek. Khususnya terkait dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional setelah Pandemi Covid-19, sampai dengan pertengahan 2022 NSLIC/NSELRED telah berkontribusi di tingkat nasional dan daerah melalui kolaborasi dengan berbagai Kementerian Nasional, pemerintah daerah dan sector swasta termasuk lembaga keuangan. Kontribusi tersebut diantaranya adalah dalam perbaikan peraturan dan layanan perijinan dengan pembuatan berbagai pedoman untuk PTSP dan MPP, OSS, dan Kerjasama Antar Daerah yang dipilotkan di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Kontribusi dan pencapaian lainnya adalah penguatan BDSP dan UMKM, pengembangan produk-produk turunan dan komoditas di 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara, dan di 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui Program Dana InovasiResponsif (Responsive InnovationFund/RIF)Tahap I, II, dan III. Di tahun 2022 NSLIC berfokus untuk mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menghubungkan produk-produk UMKM dan komoditas-komoditas petani dan UMKN dengan pasar nasional maupun internasional seperti yang telah dilaksanakan di Belitung, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Sampai dengan Desember 2021, total jumlah penerima manfaat Proyek NSLIC adalah 5.337 unit usaha (38% diantaranya adalah unit usaha yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan) atau sejumlah 71.435 pengusaha (40% diantaranya adalah perempuan) yang terdiri dari kelompok usaha, koperasi, wirausaha sosial dan UMKM, tutur Peter Walton.

Tujuan dari kegiatan Lokakarya Diseminasi Proyek NSLIC/NSELRED ini antara lain:

1.      Untuk berbagi metodologi, dampak, dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan program dan inisiatif Proyek NSLIC.

2.      Untuk menciptakan peluangin teraksi antar para pemangku kebijakan di tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten, dan Kota. 

3.      Untuk mendiseminasikan pedoman dan produk-produk manajemen pengetahuan.

4.      Untuk berbagi pembelajaran yang dapat direplikasi oleh wilayah lain di Indonesia.

Dengan adanya kegiatan Lokakarya diseminasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai berbagai pedoman nasional, metodologi, dan pembelajaran yang diharapkan dapat menjawab program-program prioritas Pemerintah Nasional antara lain dalam bidang Kerjasama Antar Daerah, Mall Pelayanan Publik, dan Akses Pasar Nasional dan Internasional. Lokakarya juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antar para pemangku kepentingan dan replikasi di berbagai wilayah lain diIndonesia. 

Adapun peserta dari kegiatan Lokakarya Diseminasi Proyek NSLIC/NSELRED terdiri dari:

1.      Perwakilan Pemerintah Kanada/Global Affairs Canada (GAC)

2.      Deputi Bidang Pengembangan Ragional, Kementerian PPN/BAPPENAS

3.      Deputi Pelayanan Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

4.      Kementerian  Dalam Negeri, Direktorat Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerjasama, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan;

5.      Staff Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

6.      Kementerian Pertanian

7.      Gubernur Sulawesi Selatan

8.      Walikota Makassar

9.      Pemerintah Kabupaten dari 18 Pilot RIF : Kabupaten Banyuwangi, Belitung, Bengkayang, Buleleng, Dompu, Kayong Utara, Klungkung, Kubu Raya, Lombok Timur, Maluku Tengah, Mamuju, Manokwari, Mempawah, Pinrang, Pandeglang, Pesisir Selatan, Sidenreng Rappang, Tabanan.

10.  Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara : Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan.

11.  Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulawesi Barat : Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.

12.  Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato.

13.  Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

14.  Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimanta Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Bali.

15.  Local Champions (Kelompok Petani, Asosiasi UMKM dll) dari wilayah kerja Proyek NSLIC/NSELRED yang terpilih.

16.  KSI (Knowledge Sector Initiative);

17.  BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia), Makassar

18.  Team NSLIC Project (Jakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara).

Pada kesempatan ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana diwakili oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya:

1.      Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Bapak Drs. Man Arfa, M.Si.

2.      Kepala Bappeda Kabupaten Bombana Bapak Husrifnah Rahim, S.T.,M.Si.

3.      Kepala DPMPTSP Kabupaten Bombana Bapak H. PajawaTarika, S.Pd.,M.Pd.

(Samsul Bahri/Bappeda Bombana).