DIDUGA BOGEM STAF, KADIS NAKERTRANSOS BOMBANA DIPOLISIKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Sungguh ironis, Kepala Dinas yang seharus menjadi pengayom staf di lingkungan SKPD yang di pimpinannya, berbanding terbalik dengan hal yang di lakukan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kesejahteraan Sosial (Nakertrans dan Kesos) Bombana, faktanya Drs H Muh Yunus terpaksa harus berproses hukum. Pasalnya, mantan Kadisperindakop Bombana ini diduga melakukan penganiayaan terhadap stafnya sendiri Sarham (27).

Kronologis penganiayaan ini terjadi sekitar pukul  08.30 Wita diruangan bidang tenaga kerja Kantor Nakertras Bombana. Sarhan, korban pemukulan mengakui dirinya dipukul gara-gara absensi harian pegawai Nakertras dan Sos Bombana. 

“Saya memang salah karena saya absen dua kali. Sebenarnya kemarin saya tidak datang, tapi karena banyak teman-teman pegawai yang absen full, saya pun mengikut juga,”katanya.

Saat mengetahui stafnya mengabsen dua kali, spontan, Kadisnakertrans Bombana melayangkan bogem mentah kebahu Sarhan yang saat itu mengaku tidak melakukan perlawanan.

“Saya dipukul dua kali sampai memar dibahu saya, setelah itu saya dilemparkan absensi,” keluh Sarham dan mengakui dirinya sudah melakukan visum.

“Saya tidak terima dipukuli seperti ini. Apalagi kadis langsung melontarkan kata-kata kasar, tidak sepantasnya seorang haji berkata kasar seperti itu,” sambungnya.

Atas kejadian yang dialaminya, Sarhan langsung melaporkan mantan Kepala Sekolah di Poleang Drs H Muh Yunus ke Polres Bombana atas dugaan penganiayaan yang dialaminya bernomor Pol : LP/102/IV/2012/Sultra.

Kasat Reskrim Polres Bombana Iptu Todoan Gulton membenarkan laporan tersebut. Namun ia tidak berkomentar banyak menyangkut kasus penganiyayaan tersebut “Saya masih tunggu disposisi Kapolres menyangkut laporan ini,”kata Todoan Gultom, 

Sementara itu, Kadisnakertrans Bombana Drs H Muh Yunus tidak mengakui jika ia sengaja memukul bawahanya.  “Saya tidak pukul dia, kalau dipukul itu ditinju,”kata Yunus,

Saat dikonfirmasi. “Sarham ini kan staf saya, jadi saya sudah anggap sebagai anak saya,”Tambah Yunus beralibi. 

Kadisnakertrans Bombana ini mengaku, tidak berniat untuk menyakiti bawahannya. Namun ia hanya berkewajiban melakukan pembinaan pada para stafnya jika ada yang melakukan kesalahan. 

“Itu bukan hanya dia, karena saya sering marahi bawahan saya, agar mereka bisa berubah dan bisa lebih disiplin ” kata H. Yunus.  

Terpisah, salah seorang staf Nakertrans  yang enggan disebutkan namanya kala mendampingi Sarham menemui awak media menuturkan, H. Yunus memang kerap berlaku kasar pada bawahannya, bahkan menurut staf tersebut, H. Yunus pernah mengancam memotong tangan stafnya.  

” pikir saja, apa masuk akal dia bilang kalau staf tidak bawa alat untuk kerja bakti beberapa waktu lalu, dia akan potong  tangan stafnya ” ungkapnya.

Komentar