BUPATI BOMBANA DIALOG DENGAN PENGUNJUK RASA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Advokasi Tambang Kabaena di Kantor Bupati Bombana,  ditemui secara langsung oleh H. Tafdil, SE, MM yang di dampingi Asisten II, Kadis ESDM Kab. Bombana, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan beberapa unsur  pimpinan SKPD lingkup bombana diruang Rapat Bupati Hari ini ( 29/5).   Menurut salah seorang demonstran dihadapan bupati bombana mengatakan bahwa aktivitas pertambangan di wilayah kabaena telah menimbulkan kehawatiran bagi masyarakat dari aspek dampak yang akan ditimbulkan, bukan hanya dari dampak lingkungannya, namun dari dampak ekonomi akan sangat besar dirasakan oleh masyarakat setempat.

” ini harus menjadi perhatian kita semua, jika tidak di barengi regulasi yang baik maka yang terjadi seperti kerusakan kerusakan lingkungan akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat kabaena ”  katanya Sahrul Gelo

Sahrul pun tak habis pikir terkait adanya rencana pemerintah pusat  menurunkan  status kawasan hutan lindung  di kabaena, dinilai tidak berpihak pada kelangsungan hidup masyarakat kabaena, Sahrul pun mensinyalir adanya permainan ditingkatan elit pusat, sebab status penurunan kawasan hutan tersebut berada di dekat salah satu perusahaan tambang yang sudah memiliki pernsh melakukan eksplorasi.

” kami mengajak pemerintah daerah untuk bersama kami turun mengecek langsung kondisi di kabaena sekarang ini, karna kami datang membawakan sebuah fakta yang ada dilapangan” ungkap Sahrul

Sahrul juga berharap agar pemerintah bombana bisa lebih bijak memahami persoalan yang kini adacdi kabaena,” kami akan terus menjadi barisan terdepan bagi pemerintah daerah selama pemerintah serius dan bersungguh sungguh menyelesaikan masalah,  karena kami yakin pemerintahan sekarang ini adalah pemerintahan yang amanah”harap sahrul

Sementara itu, Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM sangat mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan hari ini selama demonstrasa iui dilakukan sesuai kaidah dan aturan perundang undangan. Maka tidak ada alasan bagi pemeritnah daersh untuk tidak menyikapinya, apalagi menurutnya sekarang imi merupakan era keterbukan mengajukan pendapat.

H. Tafdil juga menjelaskan bahwa untuk di wilayah kabaena, masyarakat tidak perlu kuatir, sebab pemerintah akan selalu memperjuangkan hak hak masyarakat di kabaena, selain itu Bupati ke 5 Bombana ini menjelaskan untuk diwilayah kabaena sendiri, tidak semua daerahnya memiliki ore yang kualitasnya layak untuk di jual.

” sudah ada beberapa perusahaan yang sisa menunggu masa akhir ijin eksplorasinya, mungkin di tahun 2013 mereka sudah akan meninggalkan kabaena, sebab setelah dilakukan pengeboran, orenya tidak layak dan memenuhi standar ” kata H. Tafdil.

Untuk penurunan status kawasan hutan, H. Tafdil mengatakan bahwa hal tersebut bukan domain pemerintah daerah bombana, melainkan pemerintah pusat, jika hal tersebut ingin di komunikasikan, maka yang bisa menjawab itu adalah pemerintah pusat dan provinsi. ” kami juga akan mengecek hal tersebut” ujarnya

Dalam dialog tersebut, terungkap juga ternyata ada salah satu perusahaan tambang di kabaena sudah memiliki ijin eksplorasi, melakukan aktivitas penambangan di dalam kawasan hutan lindung, bahwa dari penuturan dari salah seorang demonstran PT. Abalong yang mengelolah cromic, ternyata sudah dua kali mendapat teguran dari dinas kehutanan,

”  saya meminta pada dinas kehutanan coba cek lagi, apa perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas dikawasan hutan lindung yang dimaksud sekarang ini” kata H. Tafdil

Komentar