BUPATI BOMBANA LAUNCHING DESTINASI WISATA MANDIRI PULAU KONDO

SHARE:
  •  
  • 21
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos
Pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Bombana makin menggeliat. Sukses mempromosikan Destinasi Wisata Tangkeno Negeri Di Awan Pulau Kabaena, Minggu, (26/8) Bupati Bombana H. TAFDIL, SE.,MM melaunching satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Wisata Mandiri yang terletak di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana.

Pada kesempatan itu, Bupati Bombana mengajak semua pihak bersama pelaku pariwisata di daerah ini untuk bersama-sama menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan Pariwisata di Pulau Kondo Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat.

“Pulau kondo ini sepintas kita lihat pulaunya kecil, tapi sudah sangat ramai dikunjungi wisatawan nusantara, karena itu promosi dan kebersihan lokasi pariwisata perlu dijaga bersama” Kata Bupati. Dihadapan Abdul Kohar Rifai, SE.,MM. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwista Kementerian Pariwisata RI, Bupati dua periode ini sedikit berpromosi. Tafdil menyampaikan bahwa untuk pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Bombana pihaknya memberikan perhatian dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.

“Saya sampaikan pada Bapak Deputi Kementerian Pariwisata, bahwa untuk mendukung sarana dan prasarana salah satu destinasi pariwisata di wilayah Poleang Kabupaten Bombana kami telah menyiapkan anggaran melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bombana untuk instalasi pengolahan air bersih dari Danau Laponu-Ponu yang akan mensuplai kebutuhan air bersih ke Pulau Kondo. Danau Laponu-ponu luasnya kurang lebih satu hektar terdapat pulau di tengahnya, direncanakan untuk tempat wisata memancing dan restoran terapung sehingga semua terintegrasi dalam satu paket wisata Pulau Kondo atau Wisata Danau Laponu-Ponu” Ujarnya.

Kemudian Taman Teknologi Pertanian (TTP) ditempat ini untuk mengolah hasil-hasil pertanian berbahan baku dari pisang dan kelapa. Tiga tempat yang ada di Poleang Barat kalau diintergrasikan tinggal datang di Pulau Kondo menikmati pemandangan lautnya, pulang lewat Danau Laponu-ponu, lalu mampir di Taman Teknologi Pertanian untuk berbelanja oleh-oleh berupa olahan hasil pertanian. Semua menjadi penunjang paket wisata mandiri Pulau Kondo.

Foto bersama Bupati dan para pengelola Deswita Mandiri Pulau Kondo

Untuk membangun industri pariwisata bupati bombana mengingatkan, setelah pencanangan Sapta Pesona jangan hanya ceremonynya saja dilaksanakan tapi harus ada kerja sama semua pihak agar paket wisata Pulau Kondo lebih menggairahkan. “saya berharap di Pulau Kondo nantinya ada kegiatan malam yang bisa menjadi daya tarik untuk berkunjung ditempat ini, kita akan ajak pelaku usaha yang tertarik untuk berinvestasi. Misalnya tempat-tempat penginapan sudah harus dilirik. Namun untuk sementara masyarakat bisa diajak untuk menyiapkan kamar yang layak untuk ditempati para tamu yang ingin menikmati akhir pekannya di lokasi wisata Pulau Kondo.

Untuk menempuh Objek Wisata Pulau Kondo melalui jalur udara sebetulnya tidaklah sulit, kalau pengunjung melewati Bandara Haluoleo dari Kendari dirasa terlalau jauh, maka dapat ditempuh melalui Bandara Tanggetada Kabupaten Kolaka hanya dalam waktu 30 menit sudah tiba di Poleang Barat Bombana.
“Pak Deputi, nanti kalau berkunjung ke Bombana, kapan-kapan lewat Bandara Tanggetada dari Makassar bisa ditempuh 40 menit lebih dekat” ujarnya lagi.

Senada dengan itu, Abdul Kohar Rifai, SE.,MM. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwista Kementerian Pariwisata RI mengajak masyarakat di lokasi objek wisata untuk sadar wisata. Kata Abdul Kohar Rifai, kalau industri pariwisata suatu daerah maju, yang akan mendapatkan manfaat adalah masyarakat sekitar daerah wisata itu sendiri. Karena itu menjaga kebersihan dan keindahan lokasi pariwisata menjadi tanggung jawab bersama.
Dicontohkan negara-negara maju, misalnya Negara Qatar, Uni Emirat Arab. Masih mengupayakan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian bagi pemerintahnya. Kita lihat Negara Singapura,juga mengandalkan sektor pariwisata sebagai penopang perekonomian di negaranya. Oleh karena itu, negara kita Indonesia tidak boleh mengabaikan potensi sumber daya alam yang tersedia, harus dikelola dengan sebaik-baiknya.
“Kita harus bekerja sama memanfaatkan potensi yang ada. Untuk meningkatkan daya saing, tidak boleh hanya membangun destinasi pariwisata tapi mental manusianya perlu dibangun agar masyarakatnya sadar wisata”.ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga Kabupaten Bombana Janariah, S,Sos, Mengungkapkan Destinasi Wisata mandiri bukan hanya sebagai pemenuhan inovasi dalam pendidikan tapi juga merupakan kebutuhan institusi dalam merubah pola pikir masyarakat agar dalam membangun kepariwistaan tidak hanya mengharapkan intervensi pemerintah, tapi dapat mengembangkan usahanya secara mandiri melalui potensi yang ada di daerah tujuan wisata dan sekitarnya.

“Membangun kepariwisataan jangan hanya mengharapkan intervensi dari pemerintah saja, tapi dapat mengembangkan usaha secara mandiri melalui destinasi wisata dan daerah sekitarnya, karena membangun pariwisata bukan hanya terbangunnya sarana dan parasarana tapi juga membangun SDM sekaligus membentuk karakter masyarakat agar dapat membaca peluang bisnis pariwisata” kata kadis.

Launching Destinasi Wisata Mandiri dimeriahkan dengan berbagai lomba meliputi, lomba kuliner serba ikan, Pameran Mini Ekonomi Kreatif (ekraf) dari kelompok usaha ekonomi kreatif di Kecamatan Poleang Barat, pameran produk pangan olahan dari Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kabuapten Bombana, serta Lomba dayung kategori umum dari masyarakat pesisir yang ada di Kecamatan Poleang Barat.
Penulis : Tim Kominfos
Editor : Anton Ferdinan