BUPATI BOMBANA LAUNCING ABSENSI SIDIK JARI

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Bupati Bombana H. Tafdil, SE,. MM mencoba penggunaan mesin Absensi Sidik Jari saat launcing di Kantor Bupati Bombana. ( foto : Herry ).

Rumbia, Pegawai Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana yang masih sering bolos kerja mulai saat ini harus berhati hati jika tidak ingin terkena sanksi disiplin Kepegawaian, pasalnya Pemkab Bombana hari ini mulai menerapkan sistem absensi sidik jari elektronik sebagai salah satu bentuk pengetatan kehadiran pegawai untuk meminimalisir kelalaian  

Diterapkannya Sistem Absensi Sidik jari kata Kepala Badan Kepegawaian Kab. Bombana Drs. Ridwan merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan disiplin kerja pegawai baik itu Pegawai Negeri Sipil maupun Tenaga Honorer yang hingga saat ini masih dirasakan sangat kurang. hal tersebut kata Ridwan bisa dirasakan saat apel pagi dilaksanakan setiap harinya.

” laporan yang kami terima setiap bulannya dari SKPD, tingkat kehadiran para pegawai saat apel pagi sangat memprihatinkan dari jumlah pegawai yang ada, kami juga sudah melakukan beberapa upaya namun belum ada perubahan yang cukup signifikan ” kata Drs. Ridwan di sela – sela Launcing penggunaan Absensi Sidik Jari Elektronik di Kantor Bupati Bombana baru – baru ini (8/12) yang dihadiri Sekda Bombana, Kepala SKPD dan pegawai lingkup Pemkab Bombana.

” kami harap dengan adanya mesin absen sidik jari ini ada perubahan yang bisa dirasakan dari persentase kehadiran ” tambahnya.  

Sementara itu, Bupati Bombana H. Tafdil mengakui dirinya selama ini lebih menggenjot penggunaan tekhnologi demi kelancaran dan efesiensi kerja pegawai, dengan penerapan sistem absensi sidik jari, dirinya berharap hal ini  akan mampu lebih meminimalisir ketidakhadiran karena alat ini menggunakan sensor yang sensitif.

” saya yakin penggunaan alat ini mempermudah dalam mengakses data kepegawaian karena mesin ini sudah dirancang sedemikian rupa, jadi untuk memanipulasi dats akan sangat sulit ” papar H. Tafdil dihadapan para Kepala SKPD yang hadir pada launcing tersebut.  

Bupati Bombana yang juga Ketua DPD PAN Bombana ini mengurai penerapan sistem absensi Sidik Jari merupakan salah satu  langkah maju yang ditempuh Pemerintah Daerah yang harus mendapat dukungan dari seluruh pegawa jangan sampai alat ini sengaja dirusakkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  

” penggunaan alat ini harus dibuatkan aturan, jangan sampai alatnya sengaja dirusakkan maka segera harus di ganti tapi tidak menggunakan anggaran APBD  kecuali alatnya rusak karena sistem ” terangnya.  

Dua puluh tujuh Alat yang penganggarannya melalui BKD Bombana dan akan di sebar di seluruh SKPD dipercaya bisa mengurangi beban kerja Badan  kepegawaian karena pengoperasiannya langsung terkoneksi dengan komputer, direncanakan mulai efektif di berlakukan satu Januari tahun depan,berdasarkan sumber yang di himpun menghabiskan dana sekitar sepuluh juta rupiah.    

Usai memberi sambutannya, H. Tafdil di dampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Dr. Ir.H. Rustam Supendy, M. Si langsung mencoba penggunaan alat yang rencananya  saat ini masih dalam tahap perekaman data kepegawaian. ” saya harap dengan diadakannya alat ini,  realisasi tujuan utama Visi dan Misi Bombana bisa terwujud ” harap H. Tafdil.      

Komentar