BUPATI BOMBANA MENDORONG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

H. TAFDIL, SE, MM

Tokoh yang satu ini merupakan salah seorang sosok yang memiliki peran yang sentral dalam prospek pembangunan Kabupaten Bombana saat ini,  terlahir di suatu daerah yang bernama Kading pada tanggal 6 Juli 1973, anak ketujuh dari pasangan Muh. Radhi dan Sitti Hatijah, semasa kecilnya dilewati dengan penuh kesederhanaan yang bernuansa agamis, pasalnya  sosok ayah seorang hanya Guru Madrasah Tsanawiah Swasta Boepinang sekaligus Imam Masjid raya Kecamatan Boepinang kala itu, mendidik tokoh ini dengan disiplin yang di bumbuhi nilai agama yang sangat kental.

H. Tafdil, begitulah namanya di sebut, Memulai masa Pendidikannya di Sekolah Dasar Inpres Kastarib Kecamatan Poleang yang jauh dari hiruk pikuk pengaruh perkotaan, namun hal itu tidak menyurutkan niatnya menimba ilmu hingga melanjutkan kejenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP Boepinang selama 3 tahun lamanya, kemudian  dirinya menuntaskan Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Bone,  Strata Satu di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen di Makassar Sulawesi Selatan.

Sebelum mengemban amanah masyarakat Bombana selaku Bupati, Pria yang memiliki 4 Orang anak ini banyak menghabiskan waktunya dengan berkecimpung di proyek P3KT – DED Watampone Sulawesi Selatan, dan disanalah kariernya mulai menanjak, setelah berkecimpung sekian lama di Proyek P3KT-DED, H. Tafdil, SE, MM yang kini menjabat sebagai Bupati Bombana dalam kesehariannya pula banyak bergelut di bidang swasta yang salah satunya ketika dipercaya menjadi Kepala Cabang PT. Indofarma Medika Jayapura.

Di tahun pertamanya menjabat sebagai Bupati Bombana berpasangan Ir. Hj. Masyhura, dengan akronim TAMASYA, usai diambil sumpahnya oleh Gubernur Sultra tanggal  25 Agusutus 2011 lalu, tidak sedikit tantangan yang harus dilaluinya, bahkan selaku orang nomor satu di Kabupaten Bombana, Suami Hj. Andi Nirwana ini terkadang diperhadapkan dengan berbagai persoalan yang cukup pelik, baik itu dari sisi pengelolaan keuangan, sarana infrastruktur yang sejak Kabupaten Bombana mekar dari dari kabupaten Buton belum bisa dianggap   memadai,   bahkan   dari sisi birokrasi¸ namun hal itu tidak menyurutkan niatnya terus memberikan perubahan  di daerah yang kaya dengan hasil tambangnya ini. Jika ingin menelisik lebih jauh lagi, tidak jarang dirinya harus mengesampingkan dirinya sebagai seorang ayah bagi ke empat Putra – Putri asalkan penataan di segala sektor jauh  lebih  baik  dari  sebelumnya.

Dengan Visi dan Misi yang berjargon Gembira ( Gerakan Membangun Bombana Dengan Ridho Allah ), tidak bisa dipungkiri, alokasi Anggaran untuk desa dan Kelurahan 350 juta pertahun telah banyak membawa dampak perubahan ditengah masyarakat, betapa tidak, program Bedah Rumah, pembangunan Sarana Rumah Ibadah, perbaikan Infrastruktur Dasar seperti perintisan jalan desa, bahkan Pemberian Insentif bagi Guru Mengaji, Bidan Desa dan Dukun bersalin sangat dirasakan manfaatnya, sehingga aspek pemerataan pergerakan pembangunan di Desa maupun di kabupaten sudah sangat terasa.

Acapkali juga dengan ketegasannya dalam memberikan arahan kepada para bawahannya dalam menjalankan   roda   pemerintahan terkesan di anggap terlalu ketat, namun  hal  itu  tidak  menjadi penghalang bagi pria berkacamata ini untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat bombana, tidak butuh waktu lama, ketegasan dan keseriusannya dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah berbuah   manis,   sehingga dirinya berhasil melepaskan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam rantai Disclamer yang sudah menjadi predikat kurun waktu 7 tahun belakangan ini dengan meraih predikat predikat Wajar Tanpa Penecualian (WTP) dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) RI.

Salah satu yang bisa menjadi tolak ukur capaian dalam masa pemerintahannya bersama wakil Bupati Bombana saat ini, Pemerintah Daerah diberi kepercayaan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk melaksanakan salah satu Iven 4 Tahun yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu.

Di akui atau tidak, sebelum masa pemerintahannya jalan yang berada dalam  kawasan  Ibu  kota  terbilang masih  jauh  dari  standar layaknya jalan  ibu  kota  kabupaten,  namun di era pemerintahannya dengan di aspalnya jalan tersebut perubahan secara  drastis sudah  dapat  di  rasakan oleh masyarakat. Yang lebih terasa lagi, tidak adanya sarana atau tempat hiburan yang bisa di manfaatkan masyarakat bombana untuk bersantai dengan keluarga diakhir pekannya   untuk   melepas kejenuhan  dengan  rutinitas  sehari– hari, sehingga setiap akhir pekan mereka terkadang menghabiskan waktunya liburan di Kota Kendari, maka dengan di bangunnya Ruang Terbuka  Hijau (RTH ) lokasi tersebut kini menjadi salah satu pilihan bagi   masyarakat   berakhir   pekan.

Saat ini, dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat bombana untuk memimpin Kabupaten   Bombana   selama   5   tahun ke   depan,   bersama Ir. H. Masyhura, di usia yang masih relatif muda, H. Tafdil, SE, MM di tahun ketiga  masa  pemerintahannya di Kabupaten Bombana sangat diharapkan mampu untuk membawa perubahan yang lebih nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bombana, sehingga apa yang sudah sejak lama  di  idamkam  bisa  diraih.

Dirinya pun bertekad untuk selalu berupaya dengan melakukan kerjasama lintas sektoral dengan berbagai    pihak    demi    terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bombana  yang  lebih  baik.(  Her).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *