BUPATI INGATKAN KADES KELOLAH DANA DESA SESUAI PTO

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Bupati Bombana H. Tafdil, SE.MM mengingatkan aparatur desa dengan banyaknya sumber anggaran yang akan di kelolah para kepala desa nantinya baik itu Anggaran Pendapatan Belanja Nasional desa (APBN Desa )Maupun Dana Gembira yang saat ini terintegrasi dalam Alokasi Dana Desa. Demikian dikatakan orang nomor satu dipemerintahan Bombana ini saat membuka rapat Koordinasi Kepala Desa se Kabupaten Bombana di Hotel Rahmat Rumbia.
Menurutnya, saat ini banyaknya aturan makin membuat aparatur desa terkadang takut untuk mengelolah anggaran yang ada membuat pembangunan akan terhambat,sehingga hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah karena jika ini berlarut-larut maka secara otomatis akan mempengaruhi laju pembangunan.
” Saya ingatkan agar para kepala desa tetap konsisten dan tidak perlu takut, selama anggaran itu dikelolah dengan benar sesuai petunjuk operasional yang ada ” kata Bupati Bombana.
Rapat Koordinasi Kepala Desa yang di hadiri salah seorang Tim Perumus Undang-Undang Desa dari Kementerian PDT, Ketua DPD ini menambahkan bahwa saat ini APBN Desa sudah berada di rekening Pemerintah Daerah yang sudah memasuki tahap pengajuan persyaratan untuk pencairan dana tersebut, ditambah lagi alokasi anggaran gembira desa 350 juta yang kini sudah terintegrasi dalam Alokasi Dana Desa ( ADD ) merupakan anugrah yang harus di kelolah dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
” Syarat utama  untuk pencairan APBN desa tersebut di butuhkan LKPD dan APBD desa yang dalam waktu dekat ini akan segera terealisasi ” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. (Can ) Mulyadin Malik, M. Si Kasubdit Direktorat Pengembangan Usaha ekonomi Desa Kementerian PDT dan Transmigrasi usai melakukan pemaparan dalam rapat korrdinasi tersebut mengatakan harus di prioritaskan dalam prores pembangunan desa, hal itu bisa melalui pemenuhan kebutuhan dan saran dan prasaran lainnya. Namun dirinya mengingatkan agar seluruh aspek pembangunan melalui anggaran ini harus di musyawarahkan dengan masyarakat desa setempat sehingga dana ini setelah di terapkan tidak salah sasaran.
” Banyak aspek yang bisa dikelolah melalui dana ini baik itu dari sisi  pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, selama itu sesuai peraturan yang ada dan disepakati masyarakat jangan takut mengelolah dana ini ” kata pria yang kerap disapa dengan Mul.
Namun dirinya mengingatkan agar  penggunaan dana ini tidak boleh lambat sebab hal itu akan berpengaruh pada alokasi anggaran tahun berikutnya, dirinya beralasan jika  terjadi Silpa tidak wajar yang di akibatkan tidak terpenuhinya target penyerapan anggaran yang ada maka yang rugi desa sendiri.
“Mudah-mudahan dengan adanya  alokasi dana tersebut, desa-desa yang ada di Bombana  bisa lebih mandiri dan sejahtera ” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *