BUPATI MENERIMA KUNJUNGAN MAHASISWA PASCA SARJANA UNHALU

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Bupati Bombana H. Tafdil,SE, MM saat menerima Cendra Mata dari Mahasiswa Program Pasca Sarjana Agribisnis Universitas Haluoleo. ( foto : Herry ).

Rumbia. Kondisi Kabupaten Bombana secara Geografis yang memiliki sumber daya alam memang mempunyai  daya rangsang tersendiri bagi sebagian orang untuk melakukan penelitian di daerah ini, bukan hanya dari ekosistem unik yang  bisa di temukan di Pulau Kabaena Desa Tokotu’  dan Desa Hukaea laeya kini sudah banyak di kunjungi peneliti yang ingin mengetahui spesies langkah di  bombana, namun dari pertanian pula sudah menjadi objek penelitian beberapa universitas seperti yang dilakukan Mahasiswa Pasca Sarjana Agribisnis Unhalu yang diterima Bupati Bombana di ruang rapat siang tadi (15/1).  

Menurut Dosen Pembimbing Pasca Sarjana Agribisnis Unhalu DR. Ashar Bafadal mengatakan di pilihnya bombana sebagai objek penelitian mahasiswa Pasca Sarjana karena bombana dicpandang sebagai daerah yang relatif baru di Sultra, namun demikian kata DR. Ashar Kabupaten Bombana memiliki potensixyang sangat luar biasa di bidang pertanian.  

” kami akan melakukan penelitian disini yang kemungkinan banyak hal yang bisa diramu agar kekurangan yang ada di bidang pertanian kedepannya bisa lebih berkembang ” lata DR. Ashar.  

Lebih Lanjut kata Ashar, Secara geografis bombana yang berada di kaki sulawesi dimasa mendatang memiliki potensi yang cukup menjanjikan, dengan demikian ungkap doktor yang mengajar di Fakultas Pertanian Unhalu ini menuturkan potensi tersebut cukup besar bagi mahasiswa untuk melakukan suatu studi penelitian.

” mahasiswa bisa melakuian konservasi, kami yakin pemerintah dan masyarakat akan membantu kami agar apa yang kami harapkan bisa tercapai ” kata DR. Ashar Bafadal.

Sementara itu, Bupati Bombana H. Tafdil saat menerima mahasiswa tersebut mengungkapkan kesyukurannya atas di pilihnya bombana sebagai daerah tempat lokasi penelitian mahasiswa pasca sarjana unhalu. sebab walaupun jauh dari ibu kota provinsi dan merupakan daerah baru, bombana masih dijadikan salah satu objek penelitian pengembangan wawasan di dunia pendidikan.  

H. Tafdil menceritakan, pada awalnya sebelum mekar dari buto, Bombana merupakan penghasil PAD tertinggi untuk Kabupaten Buton yang bersumber dari hasil pertanian utamanya berasm namun sejak mekar dan munculnya emas tahun 2008 menyebabkan hasil pertanian menyusut secara drastis.

” bisa di bayangkan tahun 2009 lalu padi yang sudah panen ditinggalkan oleh para petani hanya di karena tergiur oleh emas,jangankan petani, pegawai saja banyak yang pergi menambang waktu itu ” kata H. Tafdil.  

H. Tafdil mengingkan dengan adanya penelitian yang di lakukan mahasiswa pasaca sarjana bisa membantu masyarakat bombana, apalagi di bombana masih ada lahan yang menjadi lahan non produktif yang luas arealnya tidak sedikit yang hingga sekarang apakah masih bisa di manfaatkan atau tidak, hal ini membutuhkan perhatian yang cukup serius.  

” saya harap ada solusi yang bisa di capai bersama utamanya utamanya mengenai keseimbangan ekosistem ” ungkapnya.  

Mahasiswa Pasca Sarjana Unhalu jurusan Agribisinis  yang berjumlah 24 orang rencana akan melakukan Kuliah Kerja Profesi di bombana selama dua hari untuk mengetahui karakteristik kondisi sumber daya alam yang bisa menghasilkan PAD  di bombana khususnya di bidang pertanian.

” masalah utama di bombana ini belum adanya pelabuhan yang bisa membuka ruang secara langsung kepulau jawa yang bisa digunakan masyarakat menjual hasil buminya, selama ini masyarakat hanya lewat kendari atau kolaka jika ingin menjual hasil bumi mereka ”  imbuh H. Tafdil.

” kita akan mendorong dan memprioritaskan bidanapg pertanian untuk mengembalikan kejayaan bombana sebagai salah satu daerah penghasil beras terbanyak di sultra ” tambahnya.

Komentar