BUPATI : PEMBANGUNAN CENTER POINT HANYA UNTUK KEMAJUAN DAERAH

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana membangun pusat center Point yang letaknya kecamatan Rumbia mendapat sambutan yang cukup hangat dari masyarakat khususnya bagi pemilik lahan yang lokasi tanahnya masuk dalam area pembangunan jalan center point tersebut.

Salah seorang pemilik lahan, jamaluddin yang mengikuti pertemuan yang di gelar di Ruang Rapat Bupati siang tadi (2/11) menuturkan, pembangunan tahun ini khususnya diwilayah ibu kota tidak bisa di pungkiri telah merubah wajah ibu kota dengan banyaknya pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah di beberapa titik.

” Pembenahan ini mengingatkan saya beberapa tahun silam kala Gubernur Sultra ( La Ode Kaimuddin ) waktu itu secara sporadis melakukan pembangunan di kota kendari ” papar Jamaluddin.

Lebih lanjut, Jamaluddin mengungkapkan apa yang menjadi keinginan pemkab bombana untuk menata Wajah Kabupaten Bombana harus di dukung seluruh element masyarakat, tak terkecuali dirinya yang memiliki lahan yang masuk area center point.

” Berapapun ketersediaan anggaran pemkab untuk pembebasan lahan, mari kita dudukkan bersama, yang terpenting bagi masyarakat, kita jangan mementingkan kepentingan individu kita masing – masing, karena dampak besarnya akan kita rasakan setelah center point inbi terbangun ” tukas Jamaluddin.

Sekedar di ketahui, rencana pemerintah daerah untuk membangun area lokasi center point yang rencana menjadi salah satu ikon kabupaten bombana tahun ini pengerjaannya sudha mulai di lakukan, di lokasi tersebut rencananya akan menghubungkan berbagai titik.

Bupati Bombana H. Tafdil di dampingi Asisten II dan III pada pertemuan siang tadi menjelaskan keinginan pemerintah untuk membangun area semata – mata ingin melihat agar Kabupaten Bombana bisa lebih maju di bandingkan daerah lain. Apalagi saat ini kata Bupati kedua yang dipilh langsung masyarakat bombana ini sampai hingga kini terkadang tamu kabupaten banyak mempertanyakan di mana letak sebenarnya ibu kota kabupaten.

” Kami pemkab hanya ingin berusaha menata ibu kota kabupaten ” terang H. Tafdil.

Diakui pula, untuk tahun ini pemkab bombana hanya mengalokasikan rencana pembangunan jalan sehingga di pandang perlu se cepatnya di sosialisasikan untuk mencari solusi terbaik dengan para pemilik lahan, apalagi jalan yang digunakan kemungkinan lebarnya 30 metern di tambah lagi di lokasi tersebut kemungkinan akan di timbun 1,5 meter agar rata dengan jalan yang ada sekarang.

” Kami juga memahami terkait persoalan ganti rugi. Olehnya itu kami mengundang semua( pemilik lahan ) untuk membahas ini untuk mengambil langkah yang tepat ” katanya.

” Kami berharap rencana ini di dukung oleh semua pihak. Karena program ini bisa berjalan dengan mulus jika seluruh masyarakat mendukung niat penataan ini. ” tambahnya.

Komentar