DI DUGA BERMASALAH, PENGELOLAAN DANA HAJI DI USUT

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Sejumlah Kepala Kantor Urusan Agama ( KUA )Kementerian Agama Kab. Bombana terpaksa berurusan dengan pihak Kejaksaan Negeri Bau – Bau akibat laaporan sdari masyarakat terkait penyimpangan pengelolaan dana Operasional haji 4 juta dan Alat Tulis Kantor ( ATK ) sebesar 10 juta rupiah untuk tahun anggaran 2012 lalu.

Pemeriksaan terhadap 17 Kepala KUA tersebut didasari surat nomor B.104./R.3.11/Fd.1/03/2013 yang ditanda tangani oleh Kajari Bau – Bau Slamet Siswanta, SH., MH. Namun dari 17 orang yang namanya tercantum dalam Surat Panggilan tersebut, pihak penyidik dari Kejari Bau – Bau hanya memeriksa 16 orang lainnya, sedangkan satu dari Keppala KUA tersebut masih berhalangan memenuhi panggilan tersebut.

” Infomasinya ada laporan dari masyarakat penyalah gunaan anggaran tersebut ” ujar salah seorang yang meminta identitasnya untuk di raahasiakan. Dikatakaan pula, bahwa dana tersebut sebenarnya sudah di gunakan diwilayah kantor KUA untuk bimbingan haji,dan operasional, bahkan dirinya mengatakan memiliki bukti atas. Laporan pelaksanaan kegiatan atas anggaran yang di duga terindikasi disalah gunakan.

” Saya punya laporan yang bisa dijadikan bukti ” terangnyaa sembri kembali mengingatkan agar namanya tidak disebutkan.

Pemeriksaan yang dilakukan di kantor Inspektorat Kab. Bombana oleh Jaksa yang di pimpin Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bau -Bau (Kasi Pidsus) Lucky Kosasih Wijaya, SH.,MH kemarin (22/3) dimulai pukul 08.30 WITA melakukan pemeriksaan terhada 16 Kepala KUA selama lebih kurang 3 jam. Usia melakukan pemeriksaan, tim penyidik Kejari Bau – Bau yang berjulah 4 orang menuju ke Kantor Kemenag Kab. Bombana menemui Drs. H. Antamuddin yang juga merupakan Kepala Kantor Kemenag Bombana, entah apa yang di bicarakan dalam pertemuan tersebut, namun besar dugaan pertemuan itu masih menyangkut indikasi atas penyimpangan. Yang dilakukan para Kepala Kantor KUA.

” Iya, yang kami bicarakan masih terkait laporan penyimpangan tersebut, kita ikuti saja proses hukumnya agar masalah ini bisa selesai ” kata H. Aminuddin saat ditemui usai menemui penyidik Kejari di kantornya.

Lebih lanjut Aminuddin mengatakaan dirinya merasa kaget atas adanya laporan penyimpangan tersebut, pasalnya sekitar tiga bulan lalu, Aminuddin mengakui sudah pernah diperiksa terkait pengelolaan dana haji dan hasilnya tida ditemukan masalah apapun.

Dipertegas lagi, Aminuddin menuturkan bahwa anggaran dana haji tersebut dengan berbagai kegiatan haji yang sangat padat malah kurang dari kebutuhan, bahkan jelasnya kata Aminuddin untuk menutupi kekurangan tersebut pihaknya malah menggunakan bantuan dari pihak ketiga.

” Saya kaget adanya laporan tersebut, karena dari laporannya sendiri sudah tidak masuk akal ” ungkap Aminuddin.

Komentar