DIANGGAP KURANG DISIPLIN, EMPAT ORANG PNS DISPENDA DINOTA TUGASKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bombana mengatakan untuk mengsukseskan program kegiatan pemerintah daerah dalam rangka penerapan kedisiplinan, seluruh aparatur pemerintah daerah khususnya para pimpinan  harus lebih tegas dan tidak setengah setengah menerapkan  aturan tersebut.

Bukan tanpa alasan hal tersebut diutarakan Drs. Man Arfa, menurut penuturannya di Dinas yang di pimpinannya, dirinya sudah mengeluarkan beberapa orang tenaga honorer yang sudah melanggar kontrak kerja yang pernah ditanda tangani. ” saya hanya mengambil keputusan sesuai kontrak dimana dalam kontrak dikatakan jika 46 hari kerja tidak masuk kantor tanpa keterangan harus diberhentikan” kata Man Arfa.  

Bukan hanya itu, Man Arfa juga mengakui dirinya juga sudah merekomendasi empat orang Pegawai Negeri Sipil dari dispenda untuk di nota tugaskan di Sekretariat Daerah untuk dibina. pasalnya ke empat orang tersebut selama menjadi pegawai di Dispenda Kab. Bombana tingkat kehadiran mereka sudah sangat memprihatinkan dan sesegera mungkin untuk dilakukan pembinaan.  

” sementara ini ke empat orang tersebut sudah di nota tugaskan di sekretariat daerah, tapi saya tidak tau di bagian mana mereka ditempatka dan sejauh mana perkembangannya apa sudah ada perubahan atau tidak .silahkan saja klarifikasi di bagian kepegawaian ” kata Pria kelahiran Kabaena ini saya memberi penjelasan mengenai kedisiplinan pegawai di hadapan wakil bupati bombana kemarin (8/1) di ruang rapat bupati bombana  

Nakhhoda Dispenda Bombana ini juga mengakui sudah pernah merencanakan penundaan gaji PNS tersebut, namun setelah menanyakan langsung ke bendahara gaji Dispenda, dirinya memperoleh informasi bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan karena sistem pengajian sudah melalui sistem transfer langsung ke rekening masing masing pegawai di BPD melalui BPKAD Kab. Bombana. Namun dirinya tidak membantah sudah berkoordinasi dengan pihak BPD untuk sementara gaji mereka yang sudah  direkening masing masing yang bersangkutan untuk tidak dicairkan hingga  ada rekomendasi dari Sekretariat Daerah menyatakan mereka sudah dinyatakan disiplin dalam menjalankan tugas.  

” ini bukan hukuman, tapi kita hanya menginginkan agar mereka ada efek jera dan bersungguh sungguh menjalankan tugasnya sebagai abdi negara ” tukas Drs. Man Arfa.  

Dalam kurun waktu tahun 2012 saja Seperti yang di ketahui Dinas Pendapatan Daerah Kab. Bombana sudah mengeluarkan Tenaga Honorer sebanyak 29 orang dan menota tugaskan empat orang pegawai negeri sipil ke Sekretariat daerah untuk dilakukan pembinaan kedisiplinan dimana ke empat orang tersebut berinisial JR, SM, RR,SD.  

” Tahun ini kami akan menerapkan hal yang sama bagi PNS, namun bagi tenaga honorer kami masih menunggu SK kontraknya, yang terpenting dalam penegakan disiplin saya tidak akan pandang bulu siapapun dia ” tambahnya

” Jika ada yang mengatakan kami masih mempermudah gaji mereka saya pikir hal itu keliru karena kewenangan pengajian bagi PNS sudah menjadi tanggung jawab BPKAD ” lanjut Man Arfa.  

Lain lagi yang di katakan Hj. Sitti Safiah, Staf Ahli Bupati bidang Keuangan ini yang di beri tugas tambahan untuk mengecek dan membuat laporan kehadirin PNS di masing Masing instansi menuturkan bahwa dirinya menemukan fakta yang lebih mencengangkan di BPKAD.

Dirinya mengungkapkan bahwa di BPKAD sendiri ada salah seorang pegawai yang tidak pernah masuk kantor hingga saat ini masih menerima gaji.

” yang lebih fatalnya gaji bukan ditransfer melalui bank, tapi langsung dikirimkan kepada yang bersangkutan ” kata Hj. Sitti Safiah sembari enggan menyebutkan nama pegawai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *