DINKES BOMBANA LAUNCHING PROGRAM CEGAH DINI TBC MELALUI “JUMANTUK” PUSKESMAS

SHARE:
  •  
  • 41
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos.

Penyakit TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Pada tahun 1993 organisasi kesehatan dunia W H O mencanangkan kedaruratan global penyakit TBC karena pada sebagian Negara Negara di dunia penyakit TBC tidak terkendali, ini disebabkan karena banyaknya penderita yang tidak berhasil ditemukan, terutama penderita menular (BTA positif).

“Saat ini kuman Mycobacterium Tuberculosis telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Dengan semakin meningkatnya epidemi penyakit HIV/AIDS, maka dapat diperkirakan bahwa penyakit TBC juga meningkat” Kata dr. H.Sunadar, MM.Kes. Kadis Kesehatan Kabupaten Bombana disela sela acara launching Juru Pemantau Batuk (JUMANTUK) Puskesmas. Senin, (29/9).

Dihadapan puluhan kader dan kepala puskesmas dr.H.Sunandar, MM.Kes mengungkapkan, program inovasi cegah dini penyakit tuberculosis (TBC) melalui Jumantuk Puskesmas. Merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah dengan melibatkan masyarakat untuk memberantas penyakit TBC.

Kata Kadis Kesehatan Kab. Bombana, Pemerintah telah melaksanakan berbagai langkah untuk untuk mengendalikan penyakit ini (TBC-red), antara lain menetapkan kebijakan akses pelayanan penderita TBC untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai standar mutu pelayanan, melibatkan seluruh penyedia layanan pemerintah dan swasta, memberdayakan masyarkat dan pasien TBC.

Beberapa tantangan yang dihadapi program Nasional Pengendalian Penyakit TBC saat ini adalah dukungan kebijakan dan kemitraan, penemuan dan tatalaksana kasus, peningkatan kapasitas petugas, pemberdayaan masyarakat dan pengobatan pencegahan dan TBC HIV, TBC MDR, TBC anak.

Sunandar memaparkan, peningkatan kapasitas petugas mikroskopis petugas TBC ini dilaksanakan dengan maksud untuk mendukung kinerja penanggulangan TBC, diperlukan ketersediaan Laboratorium TBC dan manajemen yang baik agar terjamin mutu laboratorium dan meningkatkan kreatifitas petugas laboratorium di masing-masing Puskesmas dan RSUD Kabupaten Bombana.

Tahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana melalui pemberdayaan masyarakat secara langsung dengan membentuk Kader Jumantuk (Juru Pemantau Batuk) Puskesmas dengan melibatakan lintas sektor terkait merupakan salah satu inovasi dan langkah strategis dalam upaya cegah dini penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Bombana”. Ujarnya

“Saya berharap melalui peningkatan kapasitas petugas Mikroskopis TBC dan Inovasi Program Cegah Dini Penyakit TBC melibatkan lintas sektor terkait melalui Jumantuk, kita dapat meningkatkan kinerja bersama Utamanya Programmer dan Tenaga Laboratorium sebagai ujung tombak pelaksanaan Program TBC diwilayah kerja masing-masing” ujarnya lagi

Penulis: A. Musdalifa
Editor : Anton Ferdinan.