DISTAMBEN BOMBANA JAJAKI PEMBANGUNAN PLTAL

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Penerangan listrik belum semuanya dinikmati masyarakat Bombana. Dari 138 Desa dan Kelurahan, hanya 67 yang menikmati suplai listrik dari PLN, Sedangkan 71 wilayah lainnya mengandalkan lampu teplok, listrik tenaga surya dan genset. Permasalahan ini menjadi perhatian serius Ir. H. Cecep Trisnajayadi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bombana.

Dia pun mencari berbagai upaya untuk  memenuhi kekurangan listrik di daerahnya. Langkah yang akan ditempuh Cecep saat ini adalah menjajaki pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL).   “Kami sedang menjajaki pembangunannya di selat Masaloka Raya,” kata Ir. Cecep beberapa saat lalu. 

Dipilihnya jalur pemisah antara daratan Kasipute dan Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya disebabkan karena selat tersebut mempunyai arus yang sangat kencang dan memungkinkan untuk pembangkit listrik Mantan kepala bidang pertambangan umum ini menjelaskan secara kasat mata ada potensi di selat Masaloka karena arus air lautnya merupakan gerakan horizontal dari pasang surut.  

Arus ini lanjut Ir. Cecep memiliki energi kinetik sehingga dapat dijadikan sebagai tenaga penggerak motor atau turbin pembangkit listrik. Cecep mengungkapkan, jika pembangunan PLTAL ini bisa dilakukan, maka pasokannya bisa mengakomodir Kecamatan kepulauan Masaloka Raya, sebagai salah satu daerah yang dekat dengan lokasi tersebut.

Pemilihan listrik tenaga air laut ini kata Cecep, karena minimnya pasokan listrik dari PLN, dan jika mengharap pada pembuatan pembangkit listrik Dikatakan pula oleh Ir. Cecep, jika pembangunan PLTAL ini bisa dilakukan, maka pasokannya bisa mengakomodir Kecamatan kepulauan Masaloka Raya, sebagai salah satu daerah yang dekat dengan lokasi tersebut.  

Pemilihan listrik tenaga air laut ini kata Ir. Cecep, karena minimnya pasokan listrik dari PLN, dan jika mengharap pada pembuatan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), masih banyak yang belum memenuhi kriteria.

Komentar