DUA KANTOR BARU FOKUS PROGRAM KERJA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Perubahan Nomenklatur organisasi kepegawaian di lingkup Pemerintah Daerah Bombana dengab  terbentuknya dua Kantor Perpustakaan dan Kearsipan serta Kantor Perumahan membuat pejabat yang ditunjuk memimpin dua kantor tersebut harus mengambil langkah cepat untuk membuat program kerja masing masing instansi yang di pimpinnya.

Drs. La Angi sebelumnya menjabat Kabag. Kesra Setda Bombana yang  di promosi menduduki Jabatan Kepala Kantor Perpustakaan Dan Kearsipan saat di temui mengungkapkan saat ini dirinya sementara menyusun peogram kerja dan Rencana Anggaran Belanja untuk mengsinergikan seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan,apalagi menurutnya banyak hal yang harus dikerjakan pihaknya ketika sudah memiliki gedung sendiri.  

” sementara ini kami menyiapkan seluruh komponen pendukung kami dengan berkoordinasi dengan instansi lain ” kata La. Angi  

Mantan Kabag Humas Bombana ini mengakui dirinya masih perlu mempelajari tupoksi dari Perpustakaan dan Kearsipan, pasalnya dirinya tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan agar dalam pelaksanaan roda organisasi pemerintahan yang di pimpinnya tidak salah sasaran.  

” semua kegiatan baik itu dikelurahan maupun di kecamatan khsususnya SKPD setidaknya setiap kegiatan mereka diarsipkan sebagai bahan dokumentasi, ini yang sementara kami susun aturannya agar tidak tumpang tindih” tukasnya.  

” khususnya tentang Perda dan Surat Keputusan kami akan kumpulkan dulu, sambil menunggu kantor yang di tunjukkan pimpinan untuk kami tempati” tambahnya.  

Lain yang dikatakan Sulaeman, Kepala Kantor Perumahan Rakyat Kab. Bombana ini menuturkan bahwa untuk tahun ini dirinya sudah memprogramkan penuntasan rumah tidak layak huni yang berdasarkan data berjumlah 11.137 rumah tersebar di seluruh wilayah bombana.

Saat ditanyai realisasi program tersebut, Sulaiman mengakui pada tahun 2012 lalu, perbaikan rumah tidak layak huni sudah terealisasi sebanyak 1203 rumah dari bantuan Kemenpera,  sedangkan untuk tahun ini dirinya menargetkan perbaikan rumah sebanyak 5000 unit.

” target kami hingga tahun 2015 rumah tidak layak huni di bombana sudsh tidak ada lagi ” tukasnya.  

Lanjut Sulaiman, selain program pengentasan rumah tidak layak huni yang masuk di program Kantor Perumahan Rakyat yang di pimpinnya, pendataan kawasan kumuh dan pembangunan perumahan PNS turut pula masuk dalam agenda kerjanya. Pasalnya menurut sulaiman dua agenda tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang harus di tindak lanjuti.  

” kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan agenda yang saat ini sudah berjalan ” kata Sulaiman.

Komentar