GUBERNUR SULTRA RESPON PEMBENTUKAN DESA WISATA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Wujud dari Implementasi pelestarian budaya dan pengakuan atas keberadaannya sejak dulu,  Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana berkeinginan melestarikan budaya yang ada di Bombana dengan menjadikan kawasan atau desa  yang terkenal dengan budayanya sebagai desa Adat atau desa wisata yang sejalan dengan salah satu program pemerintah yakni kearifan lokal. Hal tersebut dikatakan Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM saat menghadiri acara pengukuhan Mokole Rumbia di kelurahan Taubonto baru – baru ini (14/7).  

Dalam Sambutannya Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM mengatakan bahwa pelantikan Mokole rumbia  hal yang merupakan Representasi dari keinginan masyarakat yang ada di Bombana khususnya kalangan etnis moronene untuk mendapat pengakuan bahwa sejak dulu etnis yang menjadi suku asli di bombana ini sudah ada hingga kini.

Lebih lanjut, H. Tafdil menuturkan bahwa Pemerintah Daerah akan selalu berkomitmen untuk melestarikan budaya yang begitu beragam yang ada di bombana, sehingga dengan keberagaman budaya tersebut H. Tafdil berharap kedepan dirinya mengajak kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk duduk bersama memikirkan hal tersebut.  

” Kami berharap agar ada sinergitas yang terjalin antara pemuka adat yang ada di bombana ini untuk bersama – sama memajukan dan melestarikan budaya yang di kemas dalam bentuk kearifan lokal ” Ujar H. Tafdil.  

Disamping itu, Ketua PAN Bombana ini menambahkan  dengan sejajalannya Visi dan Misi Pemerintahannya sekarang ini, Dirinya juga sudah merencakan ingin menjadikan Desa Hukaea – Laea dan Desa Tangkeno menjadi desa wisata, Pasalnya menurut sejarah kata Bupati ke 5 Bombana ini Desa Hukaea Lama adalah Desa yang memiliki karakteristik sendiri karena merupakan desa tertua yang ada di bombana.  

” Desa Tangkeno pun sudah dikenal sebagai desa yang menyimpan beberapa history sejarah, dan bahkan sampai saat ini Desa Tangkeno sudah sering di datangi wisatawan asing untuk melakukan penelitian dan kegiatan lainnya, sisa bagaimana kita pikirkan bersama pengembangan dua desa ini yang di kemas sebagai desa wisata agar lebih di kenal oleh masyarakat luas ” Harap H. Tafdil.  

Sementara itu, Gubernur Sultra H. Nur Alam, SE yang hadir pada pengukuhan tersebut mengatakan bahwa dengan dikukuhkan Mokole Rumia sekarang ini, hal ini menandakan bahwa kerajaan moronene yang rajanya bergelar Mokole pernah ada sebelumnya, selain itu Kata Nur Alam bahwa hal ini juga merupakan suatu bentuk  perhatian seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya budaya khususnya budaya moronene.  

” saya sangat terkesan, karena dengan pengukuhan ini, kita semua menyadari bahwa apapun alasannya sebagai penerus leluhur, kita sudah seharusnya menjadi tulang punggung dalam melestarikan budaya yang sejak dulu telah kita miliki dan merupakan warisan para leluhur.”Ungkap H. Nur Alam  

Menanggapi keinginan Bupati Bombana untuk menjadikan Desa Hukaea Lama dan Drsa Tangkeno menjado desa adat atau desa wisata, Dirinya selaku Gubernur sangat menyambut baik keinginan tersebut, menurutnya dengan menjadikan kedua desa tersebut, hal tersebut menandakan bahwa di Sulawesi Tenggara khususnya Bombana pemerintah memberikan suatu perhatian khusus dalam hal pengembangan nilai nilai budaya.

” pemprov sultra sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas niat tersebut, dan akan  berusaha menjadi salah satu motivator akan tujuan yang dimaksud oleh bupati ” ujar H. Nur Alam  

” saya berharap dengan dilantiknya Mokole Rumbia, Mokole bisa menjadi panutan dan menyatukan masyarakat dalam membantu berjalannya program pemerintah, dengan mengsinergikan program Pemprov Sultra dan Program Pemkab Bombana demi menjadi bombana sebagai wonua yang sejahtera.” Tambah H. Nur Alam.

Komentar