GURU SDN RUMBIA MOGOK MENGAJAR

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RUMBIA – Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Doule di Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rubia, Kabupaten Bombana, melakukan aksi mogok mengajar. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap prilaku Kepala sekolahnya, Hj Rosmiati SPd, yang dinilai merendahkan martabat guru.

“Jika ada sampah dihalaman sekolah, sang Kepala sekolah selalu menyuruh siswa untuk menyuruh gurunya memungut sampah. Ini sama saja dengan guru dipermalukan didepan siswa,”kata salah seorang guru, yang enggan menyebut identitasnya.

Selain itu, Ibu Kepala Sekolah ini selalu melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa.

“Kepala sekolah selalu memberikan sangsi kejam pada siswanya seperti menendang, menempeleng, dan menindiskan kursi pada siswa,”katanya.

Dewan guru juga menilai Kasek ini selalu mengeluarkan kebijakan yang otoriter. Seperti meluluskan siswa yang tidak lolos tanpa merapatkannya dengan dewan guru. Tidak hanya itu, Ibu Kasek ini diduga sering melakukan pungutan liar pada para siswanya.

Dalam pernyataan dewan guru yang dilayangkan pada Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bombana, setelah ditandatangani 15 guru PNS, maka dewan guru meminta Hj Rosmiati SPd, selaku Kepala Sekolah SDN Doule untuk segera dikeluarkan dari SDN Doule, karena guru guru yang berstatus pegawai sebanyak 15 orang, tidak siap lagi mengajar, jika Hj Rosmiati masih menjabat sebagai Kasek.

Informasi yang dihimpun, para guru sudah melakukan mogok mengajar sejak pelaksanaan Ujian Nasional Sekolah Dasar, saat ibu Kaseknya kembali masuk sekolah meski sebelumnya sudah membuat pernyataan untuk mundur sebagai Kasek SD Doule.

“Aksi mogok mengajar ini dilakukan sejak tiga bulan lalu. Tapi saat itu, Kasek mengalah dan menyatakan diri untuk mundur setelah mencabut semua tanaman bunga bungaan di sekolah, namun saat ujian nasional dia masuk lagi, terpaksa kami mogok lagi,”ucap salah seorang guru, menambahkan.

Pantauan, para siswa SD yang berjumlah 338 siswa tidak mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. Yang bertahan mengajar disekolah ini, hanya guru honor yang berjumlah enam orang.

Sampai berita ini diterbitkan, jurnalis Rakyat Sultra belum berhasil mengkonfirmasi Kepala sekolah SD Doule dan pihak Dikpora Bombana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *