DRS. RIDWAN : SAYA AKAN PERJUANGKAN HAK TENAGA HONORER YANG MERASA DIRUGIKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : Kepala BKD KAb. Bombana Drs. Ridwan ( Doc. Foto : Badar )

Rumbia, Dikeluarkannya pengumuman Database Kategori 1 ( KI ) oleh BKN pusat beberapa saat lalu, menuai berbagai macam kritikan dari Tenaga Honorer yang merasakan dirugikan akan pengumuman oleh BKN yang dianggap telah merugikan tenaga honorer khususnya yang mengabdi sejak tahun 2005 di bombana.

Saat ditemui diruang kerjanya, Kepala BKD Drs. Ridwan membenarkan hal tersebut, bahwa hingga saat ini telah banyak keluhan yang diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah Kab. Bombana dari Tenaga Honorer ( TH ) yang merasa hak – hak mereka tidak diberikan setelah melakukan pengabdian dari tahun 2005 hingga sekarang di Bombana “ sudah ada beberapa sanggahan yang kami kirim ke BKN pusat, dan saya sendiri mengantar langsung ke BKN haari rabu lalu “ Tukas Drs. Ridwan.

Lebih lanjut dikatakan Mantan Kepala BP4K Bombana ini, BKD Bombana telah melakukan koordinasi dengan pusat terkait sanggahan yang dilayangkan TH, namun pusat menyarankan agar di buka lagi Posko Pengaduan sampai tanggal 23 April untuk menampung lebih banyak lagi pengaduan dari TH yang belum sempat memasukkan sanggahannya.” Saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi dari TH yang merasa dirugikan, namun  itu harus sesuai prosedur yang telah ada dengan membuat surat sanggahan  serta pernyataan dilengkapi dengan bukti kuat bahwa TH yang dirugikan telah honor dari tahun 2005 hingga saat ini dengan melampirkan SK serta bukti lain, karena kami kwatir ada juga Tenaga Honorer yang memang honor tahun 2005 namun telah berhenti menjadi honorer ikut melakukan gugatan, jika hal itu ada maka saya pertegas BKD tidak akan memproses hal demikian “ tegasnya.

Sekedar diketahui, bahwa dari 16 nama yang dikeluarkan oleh BKN pusat dan dinyatakan lolos pada Kategori I, menuai banyak protes dari berbagai pihak, pasalnya dari sekian nama yang tertera dalam Surat Keputusan yang ditanda tangani Wakil Kepala BKN Pusat, terdapat 2 nama yang lolos dengan menggunakan SK 30. A Tahun 2005 sedangkan yang gagal verifikasi tahun ini sebanyak 348 orang banyak juga terdapat SK 30. A Tahun 2005.

“ Data yang diverifikasi oleh BKN hingga 16 nama tersebut dikeluarkan berdasarkan data yang di kumpul  beberapa saat lalu dan data tersebutlah yang di verifikasi, saya juga kaget hanya 16 nama yang di nyatakan lulus, dan saat itu saya pun langsung mempertanyakan, olehnya itu saya sangat mengapresiasi Tenaga Honorer yang ingin mengajukan sanggahan ke BKN, agar ada dasar saya untuk memperjuangkan Teman – teman yang merasa dirugikan” Imbuh Drs. Ridwan.

Komentar