H. TAFDIL SARANKAN DESA TERAPUNG DI RELOKASI KETEMPAT LAIN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM di dampingi Kepala BLH Kab. Bombana DR.Abdi, Kabid Kedaruratan BPBD Bombana Rdwan, S.Sos menyerahkan bantuan Papan untuk perbaikan rumah kepada masyarakat desa terapung. (foto : Herry ).

Rumbia. Parahnya dampak yang ditimbulkan gelombang pasang yang terjadi di Desa Terapung Kecamatan Poleang Tenggars, ditambah lokasi desa tersebut yang berada di tengah laut, membuat Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM harus memutar otak untuk melakukan langkah antsipasi pencegahan jatuhnya korban jika sewaktu waktu gelombang pasang kembali menghantam daerah tersebut, pasalnya hingga saat ini intensitas gelombang laut saat ini belum bisa diprediksi apakah akan mereda atau semakin meningkat.

Ridwan, S.Sos mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Badan Meteorologi bahwa saat ini di perkirakan gelombang pasang yang menghantam penduduk desa terapung bukan merupakan puncak dari intensitas tinggi gelombang pasang, namun hanya awal dari puncak gelombang yang diperkirakan akan terjadi di bulan maret hingga april tahun ini.

” saya harap masyarakat bisa memahami ldan mengikuti langkah apapun yang akan dipersiapkan pemerintah daerah agar tidak terjadi hal yang kita tidak inginkan ” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Bombana ini.

Ridwan mengurai, jika rencana pemerintah ingin merelokasi masyarakat di daerah tersebut dengan memindahkan lokasi desa ke daerah yang dianggap aman, menurut Ridwan hal tersebut sangat perlu mendapat apresiasi, masyarakat pun kata mantan Pelaksana Kabag. Humas ini mau tidak mau seyogyanya mengikuti saran dari pemerintah demi keselamatan jiwa mereka.

” saya yakin apapun yang menjadi kebijakan pemerintah adalah hal yang terbaik bagi masyarakat,  BPBD akan selalu siaga melakukan tindakan khususnya kedaruratan, namun di sisi lain alangkah baiknya kita melakukan pencegahan sebelum hal kita tidak inginkan terjadi ” kata Ridwan.  

Dilain Pihak, saat mengunjungi korban bencana Gelombang Pasang kemarin (18/1)  di daerah tersebut. Bupati Bombana H, Tafdil di hadapan masyarakat mengutarakan niatnya yang ingin sesegera mungkin melakukan relokasi dengan memindahkan penduduk desa di daerah sekitar.

H. Tafdil menuturkan saat ini bencana sudah tidak bisa lagi di prediksi sehingga niatnya untuk memindahkan masyarakat di Desa Terapung yang berpenduduk 1467 jiwa merupakan solusi terbaik yang harus ditempuh untuk meminimalisir kerugian baik materi maupun korban jiwa jika sewaktu waktu bencana datang secara tiba tiba. Dirinya juga mengakui setiap ada angin kencang pikirannya selaku tertuju di daerah tersebut, pasalnya fskts yang terjadinya sekarang dengan semakin ekstrimnya cuaca saat ini, Desa Terapung di pandang sudah tidak layak untuk ditempati.

” saya sudah berbicara dengan aparatur pemerintah di lora, jika masyarakat di pulau terapung ini di pindahkan ke wilayahnya mereka dengan senang hati akan menerima dengan tangan terbuka ” ungkapnya,  

Lanjut, bupati kedua bombana yang di pilih secara langsung oleh masyarakat bombana ini mengatakan dirinya hanya membutuhkan pernyataan secara tertulis dari masyarakat jika sudah sepakat untuk di relokasi di daerah yang aman sebab hal tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan penganggaran membangun kawasan pemukimam bagi masyarakat desa trapung.

Terkait persoalan dimana lokasi tersebut akan di bangun, H. Tafdil hanya mengatakan sisa menunggu hasil diskusi masyarakat sendiri di mana mereka ingin di tempatkan, pemerintahkan Kata suami Hj. A. Hj. Nirwana hanya memfasilitasi dengan pihak terkait masalah tempat yang di inginkan, yang terpenting ujarnya bagaimana pemerintah melakukan langkah terbaik bagi masyarakat dengan menghindarkan mereka daeixbahaya yang setiap saat mengintai.  

” kami tidak akan memindahkan masyarakat jika daerah tersebut belum siap untuk di huni, kami akan membangun rumah, sarana air bersih sehingga daerah tersebut layak huni ” imbuh H. Tafdil.  

” kami hanya akan memindahkan tempatnya ke daerah yang dianggap lebih aman, desanya tidak bergabung  dengan desa lain begitu pula namanya tetap desa terapung ” lanjutnya.  

Sementara itu, masyarakat yang mendengar langsung pernyataan bupati sangat menyambut dengan antusias, Anwar salah seorang masyarakat desa terapung mengatakan sudah sejak lama masyarakat desa terapung ingin pindah dari tempat tersebut, namun niat tersebut hanya menjadi harapan pasalnya tidak ada lokasi yang disediakan oleh pemerintah bagi warga yang sudah sejak puluhan tahun mendiami pulau yang di kelilingi lautan.

” sudah lama mi kasian kita mau pindah, makanya banyak masyarakat bilang kalau adami tempatnya kita pindah mi saja sekarang ” ungkap Anwar.

Komentar