IJAZAH PALSU MULAI DITELUSURI

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Tim pemeriksa ijazah palsu yang dibentuk  Bupati Bombana dalam waktu dekat ini akan memulai melakukan ferivikasi ijazah Pegawai Negeri Sipil ( PNS) Lingkup Pemkab Bombana, hal tersebut terungkap siang tadi kala Sekretaris Bombana H. Burhanuddin, A HS Noy, SE.M.Si yang ditunjuk selaku ketua tim mengumpulkan seluruh tim yang di telah ditunjuk di Ruang Rapat Setda.
Sekda Bombana yang ditemui usai rapat tersebut menuturkan secara tehnis tim ini akan bekerja secara simultan, apalagi limit waktu batas pelaporan perkembangan pengusutan ijasah palsu ini  ke pusat sesuai Surat Edaran Kemenpan dibatasi hingga agustus nanti, sehingga dirinya bersama tim saat ini tengah merumuskan standar penilaian dan akan mulai mengecek Ijasah yang digunakan oleh PNS dalam mengurus administrasi kenaikan pangkat.
” Bahkan pengangkatan cpns yang baru-baru ini akan kita periksa juga ijazahnya khususnya yang menggunakan ijazah Sarjana ” papar H. Burhanuddin.
Jendral PNS Bombana ini mengakui untuk menentukan ijasah yang digunakan PNS nantinya asli atau palsu memang memerlukan kajian yang cukup mendalam, bahkan dirinya pun menegaskan bahwa yang bisa menetukan ijasah itu asli atau palsu yang berwenang hanyalah universitas tempat ijasah itu diterbitkan, sehingga  tim yang bekerja ini hanya melakukan verifikasi dengan ijasah tersebut dan akan secara langsung menkroscek ke universitas yang bersangkutan.
” Intinya tim ini tidak bisa menentukan palsu atau tidaknya ijazah itu, karena yang lebih mengetahui hanyalah universitas yang menerbitkan ijazah, apapun rekomendasi nantinya yang di keluarkan oleh universitas yang dimaksud maka itu pula yang akan dijadikan rujukan bagi pemkab ” kata H. Burhanuddin.
Seperti di ketahui, maraknya penggunaan ijazah palsu tersebut benar-benar membuat seluruh pemkab di republik ini harus bekerja ekstra, terlebih lagi banyaknya sekolah tinggi yang menelorkan alumninya dengan ijasah setara Strata Satu sudah barang tentu menjadi pekerjaan yang cukup berat dalam melakukan analisis terhadap ijasah yang digunakan selama ini khususnya dalam sistem pemerintahan.
” Yang pasti saya tekankan tim ini baru mulai akan bekerja, persoalan berapa orang yang terindikasi belum dapat kita pastikan, kita akan inventarisir terlebih dulu kemudian kita cek langsung ke universitasnya, hal ini dilakukan karena memang untuk mengungkap ijasah palsu ini di butuhkan kehati-hatian, karena bukan kami yang bisa memastikan ijasah itu palsu, yang bisa melakukan itu hanyalah universitas tempat ijasah itu di keluarkan ” pungkas Mantan Kadis Perhubungan Sultra ini.
Komentar