JELANG RAMADHAN DISPERINDAGKOP GELAR OPERASI PASAR

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : H. Nuhung Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan zkoperasi Kab. Bombana saat di temui di ruang kerjanya. ( foto : Herry )

Rumbia, Menghindari lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok jelang menghadapi bulan suci Ramdhan 1433H, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kab.Bombana beberapa saat lalu melakukan operasi pasar di Pasar Sentral Bombana.

Ditemui diruang kerjanya, Kadis Perindagkop Kab. Bombana H. Nuhung mengatakan operasi pasar yang dilakukan dinasnya hanya untuk mengontrol agar kebutuhan pokok masyarakat di pasar tidak mengalami penyusutan yang cukup drastis. sehingga kata H. Nuhung masyarakat tidak mengalami kekurangan bahan pokok jelang ramadhan.

” Masyarakat tidak perlu risau, sampai saat ini stok yang ada khususnya sembako masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Namun, Menurut H. Nuhung di Pasar Sentral Bombana, terjadi lonjakan harga terhadap barang pokok, walaupun tidak terlalu seignifikan kata Nahkhoda Perindagkop ini hal tersebut juga bisa mempengaruhi ekonomi masyarakat.

” peningkatannya tidak terlalu drastis, hanya sebagian saja bahan pokok mengalami kenaikan, namun ada juga bahan pokok yang mengalami penurunan harga ” ungkap H. Nuhung.

Berdasarkan Pantau di Pasar Sentral Bombana, untuk Bahan pokok yang mengalami lonjakan harga gula pasir yang awalnya Rp. 13.000 meningkat menjadi Rp. 15.000/Kg, terigu dari harga biasanya hanya Rp. 10.000/kg meningkat menjadi Rp. 11.000/kg. bahan pokok yang mengalami peningkatan yang cukup drastis yakni Lada, yang awalnya dari Rp. 90.000/kg menjadi Rp. 125.000/kg. sedangkan Cabe Keriting dan Cabe rawit menurun dari harga Rp. 45.000/kg menjadi Rp. 40.000/kg.

H. Nuhungpun berjanji dinasnya secara rutin sampai mendekati Hari Raya Idul Fitri akan melakukan pantauan terhadap ketersediaan stok sembako dan harganya, sehingga para pedagang tidak menaikkan harga secara sepihak.

Salah Seorang pedagang yang ditemui mengatakan bahwa naiknya sebagian sembako yang ada bukan tanpa alasan, pasalnya harga yang di berikan pihak distributor sendiri sudah mengalami kenaikan harga.

” kami juga mau cari untung pak, tidak mungkin mi kita jual seperti harga dulu kalau modalnya saja pak sudah naik ” ujarnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Komentar