KADIS PERHUBUNGAN AKAN TEGUR PEMILIK ANGKUTAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Kenaikan tarif secara sepihak yang dilakukan pemilik angkutan Darat dan Laut di Bombana membuat masyarakat merasa resah, pasalnya sejak penurunan harga Bahan bakar Minyak ( BBM ) jenis  premium ( bensin ) oleh Pemerintah pusat dari Rp. 8.500,- menjadi Rp. 7.600 perliternya ternyata tidak berdampak pada tarif angkutan Bombana – kendari yang hingga saat ini masih sebesar Rp. 90.000,-.

Hal tersebut membuat geram Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana Syafiuddin Kube saat di hubungi melalui telepon selulernya, dirinya menyatakan akan bertindak tegas terhadap pemilik angkutan baik darat maupun laut yang memberlakukan tarif seenaknya sehingga menimbulkan keresahan pengguna jasa angkutan, Pihaknya juga berjanji dalam waktu deakt ini akan melayangkan teguran kepada para pemilik angkutan yang dinilai melanggar.

“ Saya sudah mendengar sendiri keluhan warga dan atas itu saya akan menegur langsung mereka karena telah menaikkan tarif tanpa persetujuan dari pemerintah “ kata kadis perhubungan Bombana.

Mantan Camat Kabaena Timur ini menambahkan jika hal para pemilik angkutan Darat dan Laut tidak mengindahkan terguran tersebut, maka dirinya juga berjanji tidak akan segan – segan mencabut ijin operasi mereka, sebab segala sesuatu yang sifatnya tarif Angkutan Darat maupun Angkutan Laut ( Kapal ) harus memiliki dasar dan melalui persetujuan pemerintah.
Pernyataan Saifuddin ini terkait dengan prilaku pemilik angkutan yang tetap memberlakukan harga tinggi kendati BBM sudah turun. Ketika harga BBM jenis premium naik menjadi Rp 8.500 per liter, pemilik angkutan menaikkan tarif menjadi Rp 90 ribu per orang untuk rute Kasipute-Kendari. Setelah BBM turun, tarif masih tetap. Angkutan laut juga demikian. Tarif kapal laut rute Kasipute-Kabaena setelah kenaikan BBM naik menjadi Rp 125 ribu. Setelah turun, tarifnya tetap tidak berubah.

Komentar