KAMPUNG KB, UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP KELUARGA

SHARE:
  •  
  • 10
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos.
Kampung Keluarga Berencana (KB) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat khususnya mereka yang berada di wilayah pinggiran, miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, daerah aliran sungai dan wilayah nelayan. Hal itu diungkapkan Bupati Bombana H.Tafdil, SE.,MM dalam sambutannya dibacakan H. Engki, SE.,M.Si. Asisten III Setda Bombana ketika membuka bakti sosial TNI manunggal Keluarga Berencana tahun 2018 di Desa Lemo Kec.Poleang Tenggara (4/10).
“Dipaparkan, saat ini Indonesia masih bergelut pada 4 (empat) aspek masalah kependudukan, baik dari segi kuantitasnya yang besar dengan penambahan jumlah penduduk 3 sampai 4 juta pertahunnya, kualitas yang masih rendah dengan Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi dan rata-rata lama sekolah yang rendah serta penyebaran penduduk yang belum merata.
Karena itu, kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) manunggal KB di kampung KB sangat penting sebagai upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang merupakan salah satu modal pembangunan yang sangat penting. Keberhasilan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga akan menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh dan meningkatkan derajat ketahanan nasional.
Ditegaskan, jumlah penduduk yang besar bisa menjadi aset jika dibarengi dengan kualitas. Namun jika jumlah penduduk besar dan tidak memiliki kualitas bisa menjadi masalah bagi kita.
Senada dengan itu, Komandan Kodim 1413/Buton Davy Darma Putra dalam sambutannya yang dibacakan Danramil 1413-12 Poleang Kapten INF.Bahari mengungkapkan, bakti sosial kesehatan yang diselenggarakan ini, merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah dan TNI, sebagai tentara rakyat yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk kepentingan rakyat guna membantu mengatasi permasalahan kesehatan dan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan sekaligus sebagai momen untuk semakin meningkatkan perhatian Pemerintah Daerah bersama TNI terhadap masyarakat. Hal ini juga bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta kemanunggalan TNI dengan rakyat sehingga menjadi kekuatan yang ampuh guna menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia” .
Danramil 1413-12 Poleang Kapten INF. Bahari mengungkapkan, tujuan kegiatan bakti sosial kesehatan seperti ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama khususnya tentang kesehatan dan kesejahteraan karena permasalahan kesehatan menjadi unsur utama dalam kehidupan masyarakat.

Penyerahan cenderamata dari Pemda kepada Dandim 1413 Buton yang diwakili oleh Danramil 1413-12 Poleang,Kapt.Inf.Bahari

Adapun kegiatan Bakti Sosial Kesehatan seperti ini juga dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Aparat TNI di wilayah dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73 tahun 2018. Sehingga sasaran yang diinginkan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan ini dapat tercapai dengan maksimal untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kaitannya dengan itu, Pemerintah Daerah dan TNI sebagai bagian dari komponen bangsa, perlu terus berkontribusi dalam membantu mewujudkan masyarakat yang sehat. Sebab, dengan kondisi yang sehat, diharapkan masyarakat dapat beraktifitas secara maksimal untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan produktifitas guna mencapai kehidupan yang lebih sejahtera. Kondisi yang demikian, tentunya akan memberikan implikasi terhadap terwujudnya stabilitas keamanan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Alamsyah Naim, S.TP. memaparkan, kegiatan bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan di Desa Lemo Kecamatan Poleang Tenggara dirangkaikan dengan pemasangan implan kepada 25 orang peserta secara gratis dan ditangani tenaga medis yang telah disiapkan.
“Kita memberikan pelayanan gratis pemasangan implan kepada 25 orang peserta. Dan mereka ditangani oleh tenaga medis yang sudah kita siapkan” kata Alamsyah.
Penulis: Tim Kominfos
Editor: Anton Ferdinan