KEKURANGAN JUMLAH GURU, MASYARAKAT TEMUI KADIS DIKPORA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Pasca terjadinya air pasang di Pulau Masudu Kecamatan Poleang Tenggara beberapa waktu lalu, ternyata berdampak pada sistem pendidikan dengan kurangnya tenaga guru sehingga mendorong warga dan guru bahakan tidak sedikit siswa yang turut hadir untuk mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Bombana senin lalu ( 10/11).

Alfian Pola yang mendampingi  siswa setempat mengungkapkan sejak di relokasinya warga Pulau Masudu ke Pulau Wali Kecamatan Mataoleo, kualitas sistem pendidikan bagi masyarakat semakin menurun yang di sebabkan semakin kurangnya tenaga pendidikan bahkan saat ini hanya terdapat dua orang guru yang mengajar di sekolah tersebut.

“ Saat ini hanya tersisa 2 orang guru dari 13 orang yang selama ini mengajar di sekolah kami, karena mereka saling berlomba mengajar di sekolah yang baru di Pulau Wali “ kata Alfian di hadapan Kadis Dikpora Bombana A. Syarifuddin.

Lanjutnya, Alfian berujar seharusnya kejadian ini menjadi salah satu perhatian Dinas Dikpora  karena kejadian ini sudah pernah kami sampaikan berulang kali, terlebih lagi semua masyarakat mendapat hak dan kedudukan yang sama harus mendapat pendidikan yang normal.

“ kalau memang tidak bisa di kembalikan ke sekolah kami yang dulu di pulau masudu, paling tidak guru yang ada di bagi menjadi dua sehingga ada asas keadilan di sini “ kata Alfian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Kab. Bombana A. Syarifuddin mengaku akan sesegera mungkin menyelesaikan masalah kekurangan guru di daerah tersebut, sehingga dirinya berharap masyarakat tidak perlu merisaukan kejadian ini.

“ saat ini memang kami sementara menyusun pemerataan guru di daerah tersebut,  tapi kita juga menunggu arahan dari  pimpinan “ kata Andi Syarifuddin.

Komentar