KEMENKUNHAM SOSIALISASI PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK DI BOMBANA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Kepala Bidang Hukum Kementerian Hukum dan HAM Sultra Barhaman, SH.MH mengatakan adanya rencana Kementerian Dalam Negeri untuk mengkaji ulang bahkan sampai membatalkan Perda yang di buat oleh Pemerintah Daerah di seluruh indonesia haruslah menjadi perhatian semua pihak, bukan tanpa alasan dirinya mengatakan demikian saat memberikan sambutan saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Naskah Akademik yang dilaksanakan siang tadi (10/2) di Ruang Rapat Bupati bekerjasama bagian Hukum dan Organisasi Setda Bombana.
Menurutnya, hal tersebut terjadi bisa disebabkan dalam pembuatan suatu Perda atau produk hukum lainnya oleh Pemerintah Daerah tidak dilandasi Naskah Akademik yang sudah melalui kajian pada Kementerian Hukum dan HAM, sehingga lahirnya Perda tersebut banyak bertentangan dengan peraturan lainnya.
” Ini yang perlu kita sikapi secara cermat, karena lahirnya suatu produk hukum tanpa ada kajian yang melahirkan sebuah naskah akademik, maka sudah barang tentu produk hukum tersebut berpotensi memiliki pertentangan dengan aturan lainnya, syukurnya selama ini hanya pemkab Bombana yang paling sering berkonsultasi dengan kami (Depkemenkunham) dalam membuat satu produk hukum sehingga rencana dari Kemendagri tersebut tidak terjadi di bombana ” kata Barhaman.
Lebih lanjut Barhaman mengatakan Bimbingan teknis Naskah Akademik ini perlu di ikuti secara serius oleh peserta, sehingga kedepan harapnya dalam membuat suatu peraturan daerah atau produk hukum lainnya tidak mengalami masalah ketika diterapkan di masyarakat.
” Saya harap dari semua peserta yang hadir merupakan orang pilihan dari SKPD yang kedepannya mampu embantu dinasnya dalam menyusun naskah akademik yang akan dikeluarkan ” papar Barhaman.
Ditempat yang sama, Asisten III Setda Bombana Drs. Hasdin Ratta, M. Si yang membuka bimtek Penyusunan Naskah Akademik siang tadi mengungkapkan, bahkan dipilihnya Bombana sebagai daerah dilaksanakan sosialisasi ini oleh Kemenkumham merupakan suatu kehormatan tersendiri mengingat masih banyak daerah lain yang dekat dengan ibu kota provinsi Sultra. Sehingga dirinya beranggapan bimtek penyusunan naskah akademik ini memiliki nilai yang sangat penting buat kemajuan bombana.

Bahkan menurut pria yang pernah menjadi corong Pemkab Bombana saat menjabat Kabag Humas ini bahwa banyaknya fenomena di berbagai daerah setelah Perda diundangkan banyak terjadi benturan dengan kondisi keseharian masyarakat baik itu dari sisi budaya, agama dan ras, hal ini tambahnya bisa jadi disebabkan adanya pemahaman dan pemikiran yang subjektif dari perumus peraturan tersebut.
” Saya harap semua peserta Bimtek agar betul- betul serius mengikuti kegiatan ini, agar apa yang di keluarkan baik itu Perda maupun Peraturan Bupati ketika di aplikasikan tidak menemui kendala ” kata Drs. Hasdin Ratta.
Komentar