KEMKOMINFO SOSIALISASI TELEVISI DIGITAL

SHARE:
  •  
  • 23
  •  
  •  
  •  

KENDARI, Kominfos.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Direktorat Penyiaran bekerja sama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi televisi digital. Acara yang dikemas dalam Talks Show “Indonesia Goes to Digital” berlangsung di Grand Clarion Hotel Kendari Kamis,(20/9)

Seremoni pembukaan Talks Show menampilkan tarian penyambutan Tari Mombesara sebagai ungkapan selamat datang di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tarian ini dipersembahkan oleh Mahasiswa Unit Kegiatan Seni Universitas Haluoleo Kendari.

Agung Suprio, S.IP, M.IP. Koordinator Bidang pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (P2SP)KPI Pusat memaparkan saat ini cukup pesat perkembangan industri pertelevisian. Kominfo sebagai saluran distribusi informasi akan fokus membangun infrastruktur sektor komunikasi dan digital siaran televisi. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi berbagai sektor industri dan dunia pertelevisian.

“Efisiensi infrastruktur penyiaran, serta kualitas materi penyiaran konten yang disiarkan menjadi cukup penting. Seluruh dunia saat ini sedang membangun infrastruktur yang menggunakan frekuensi. Diharapkan dengan televisi digital dapat memanfaatkan frekuensi secara maksimal” Kata Agung.

Ditambahkan, Kementerian Komunikasi dan Infromatika telah memiliki peta jalan sejak 2009 untuk mempersiapkan analog tv digita sampai dengan tahun tahun 2020 sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang tidak dijangkau jaringan komunikasi. Pemerintah perlu melakukan antisipasi tentang analog penyiaran. Peran pemerintah untuk terus mensosialisasikan merupakan hal yang strategis dalam menyiapkan sarana untuk membagun jaringan komunkasi. Sosialisasi yang dihadiri puluhan mahasiswa dan pelajar adalah generasi muda garda terdepan untuk mengetahui informasi terkini agen yang menjembatani informsai. Pengetahun masyarakat dapat bertambah, untuk menyebarluaskan informasi.

Sambutan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinisi Sulawesi Tenggara H. Kusnadi, memaparkan, sosialisai televise digital sangat penting bagi masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti untuk diteruskan sosialisasinya sampai kepada masyarakat 17 kabupaten/kota. Kata Kusnadi, saat ini banyak konten maupun acara yang bisa di tonton. Namun yang terpenting dampaknya dalam mendukung program pembangunan pemerintah dan masyarakat sehingga memberikan hal yang positif, dampak positif adanya tv digital satu saluran televisi kita bisa menyaksikan konten maupun acara hiburan dan keluarga” ujarnya.

Televisi nasional diwajibkan menayangkan 10% dari konten siaran yang dimiliki. Mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini juga mengungkapkan, untuk mempublikasi secara luas kegiatan masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Tenggara pihak Kominfo Sultra telah menjalin komunikasi dengan pemilik stasiun televisi Metro TV Surya Paloh untuk membuka biro Metro TV di Kota Kendari.

Sukamto, ST. M.Sc. Kasubdit Layanan televisi menguraikan Industri penyiaran saat ini terjadi satu konten yang bisa disalurkan kemana saja. Perkembangan digitalisasi penyiaran secara natural menimbulkan perubahan siaran. Penggunaan Broad band. Televisi disaluran dengan infrastruktur yang sama. “Saat ini lembaga penyiaran terdiri 873 swasta.

Senada dengan itu, Agung Suprio, S.IP, M.IP. Koordinator Bidang pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (P2SP) KPI Pusat memaparkan. Digital televisi diperhadapkan pada dua persepsi yang pertama, digital internet, kemudian yang kedua digital televisi. Penelitian terbaru telah terjadi puluhan prilaku penonton. Masyarakat Indonesia ternyata lebih banyak menonton via handphon dari pada televisi.
Indpendensi media yang berekembang. Kemudian smartphon lebih cepat daripada membaca Koran. Berita hari rabu, baru bisa dibaca sehari kemudian, dengan internet bisa membaca berita hari kamis dibaca hari itu juga. Bagi internet yang menyukai kecepatan infomasi lebih awal. Apa yang dilihat di TV bisa dinonton di Smartphon.

“Saat ini, prilaku penonton sudah berubah. Penelitian di Amerika menunjukkan. Iklan yang masuk ke smartphon 14 % naik. Radio naik 2,5% untuk iklan. TV hanya naik 4 % iklannnya. Yang mengisi media baru adalah anak muda. Kedepan kalau tidak kreatif bakal tidak ditonton lagi dan orang akan meninggalkan televise” ujarnya.

Tantangan bagi industri. TV digital, Internet Digital. Sekarang tv memakai frekuensi yang sangat boros. Satu frekuensi dipakai satu televisi. Golden frekuensi emas. Frekuensi yang tidak lagi boros dan dapat dipakai untuk internet.

Dalam sistem yang baru, satu frekeunsi bisa digunakan 12 saluran atau kanal televisi. Telokom info sudah bisa mensuplai inernat seluruh Indonesia. Tidak ada lagi blank spot.“
Eddy Risnanto, SH, Vice GM Corporate Secretary Kompas TV, memaparkan satu menara bisa dipakai 6 sampai 11 saluran televisi. Televsi semakin banyak namun tumbuhnya media sosial menjadi saingan baru dunia pertelevisian.

H. Andi Idris, S.P.Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Kabupaten Bombana mengungkapkan, setelah mengikuti sosialisasi Televisi Digital, dalam upaya mempercepat penyebarluasan informasi public, maka sudah saatnya daerah mulai berinovasi dan bersiap siap menerima perubahan dengan bergesernya prilaku konsumen terhada pola pemanfaatan siaran televise yang bisa diakses melalui alat telekomunikasi handphon seluller secara digital.

Penulis : Tim Kominfo
Editor : Anton Ferdinan