SULAEMAN : PROGRAM ATAS NAMA FEDERASI BURUH PATUT DIPERTANYAKAN KEABSAHANNYA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Munculnya program perumahan yang mengatasnamakan Federasi buruh yang saat ini sedang menjadi isu hangat di tengah masyarakat membuat Kepala Kantor Perumahan Kabupaten Bombana Sulaeman Angkat Bicara.  

Ditemui, Sulaeman menuturkan dirinya merasa sangat heran dengan program tersebut karena sampai saat ini program yang mengatasnamakan federasi buruh tidak pernah berkoordinasi dengan instansinya yang nota bene program perumahan baik rumah tidak layak huni maupun program lainnya yang menyangkut perumahan selalu melalui usulannya kecuali rumah transmigrasi namun itupun kata Sulaeman mengakui selalu berkoordinasi dengan instansi terkait.

” Dewasa ini banyak program yang hanya merupakan kedok untuk melakukan indikasi penipuan, jika program seperti ini tidak di ketahui pemerintah lantas dikelolah oleh pihak lain hal ini perlu di pertanyakan ” kata Sulaeman.  

Lebih lanjut mantan Kepala Bidang Cipta Karya  Dinas PU Bombana ini menceritakan program rumah murah memang ada di Kemenpera salah satunya perumahan untuk buruh,namun lanjut Sulaeman Program tersebut diperuntukkan untuk buruh di kawasan industri, sehingga jika program seperti ini di bawakan dengan mengatasnamakan Federasi Buruh, perlu menjadi pertanyaan, pasalnya di bombana belum ada satu daerah yang merupajan kawasan industri.

” tolong masyarakat jangan lantas mempercayai program ini jangan sampai ini hanya kedok untuk memeras masyarakat, sepegetahuan saya belum ada rumah disultra ini yang dibangun seperti yang janjikan ” kata Sulaeman.  

Lebih membingungkan lanjut Sulaeman, keberadaan pengurusnya Federasi Buruh ini khususnya di Bombana belum di ketahui secara pasti, bahkan kantornya pun tidak ditemukan sehingga hal ini layak untuk di telusuri, Bukan tanpa alasan Sulaeman menagatakan hal tersebut, pasalnya indikasi yang mengarah ke modus penipuan sudah sangat jelas dimana selain pengurus dan kantornya tidak diketahui secara pasti,  biaya adminstrasi formulirnya sangat bervariasi dari lima puluh ribu rupiah sampai dua ragus lima puluh ribu rupiah, ditambah program ini tidak pernah dilaporkan ke pemerintah daerah.  

” saya akan terus menelusuri, jangan sampai masyarakat di kerjai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa dibayangkan di Kastarib sampai saat ini sudah dua ratus warga yang ambil formulir, di pokorumba sudah seratus enam puluh dan itu belum termasuk daerah lain, jikacdi kalikan rata – rata lima puluh ribu, berapa banyak uang yang berhasil ia kumpulkan ” tutur Sulaeman.

Sulaeman menegaskancakan mengambil upaya agar hal ini tidak segera meluas dan meresahkan masyarakat, dirinya mengaku akan bersurat ke seluruh Camat, Lursh dsn Kepala Desa agar tidak melayani jika ada oknum yang membawa program ini di masyarakat.  ” kami akan bersurat, dan kami harap informasi ini disampaikan ke masyarakat agar tidsk menjadi korban sebelum semuanya jelas ” tegas Sulaeman.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Bombana H. Yunus yang namanya ikut dicaplok dalam formulir tersebut menuturkan dirinya sampai saat ini belum pernah bertemu dengan pengurus Federasi Buruh yang memasukkan namanya, bahkan kata H. Yunus formulir yang disodorkan ke masyarakat dimana namanya selaku kepala dinas ada dalam formulir tersebut mengaku tidak mengetahui sekretariat dan alamat kantor federasi buruh.

” jelas, saya tidak bertanggungjawab atas formulir tersebut, apalagi sampai saat ini mereka tidak pernah melapor ke pemda terkait program mereka ” kata H. Yunus.  

Benar atau tidaknya program tersebut kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Bombana ini dirinya tidak mengetahui pasti, namun sampai saat ini dicaploknya namanya selaku Kadis Nakertrans dan Sos merupakan ulah oknum yang tidak bertangung jawab.  

” Silahkan tanya ke Kepala Kantor Perumahan Bombana benar atau tidak program ini, saya hanya tegaskan saya tidak pernah memberikan izin siapapun untuk memasukkan namanya saya dalam formulir itu ” kata H. Yunus

Komentar