KKMA A'BULOSIBATANG BOMBANA DIKUKUHKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Kerukunan keluarga Makassar ( KKMA ) A’Bulosibatang Bombana, yang merupakan salah satu Panguyuban di Bombana siang tadi kukuhkan di gedung Serba Guna Rumbia, yang dihadiri Gubernur Sultra H. Nur Alam SE, Wakil Gubernur Sultra H. Saleh Lasata, Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Walikota Kendari, ddan Wakil Bupati Konsel serta warga Makassar yang bermukim di Bombana menyesaki Gedung gedung tersebut yang diperkirakan jumlahnya sekitar 500 orang .

Ketua KKMA A’ Bulosibatang Kab. Bombana mengatakan bahwa tujuan dibentuknya panguyuban ini bukan untuk menciptakan sekat etnis yang berada di bombana, melainkan sebagai wadah untuk lebih mempererat kerukunan antar etnis Makassar di bombana, “ A’ bulosibatang ini memiliki makna satu hati satu tujuan, sehingga dari makna itu tujuan dari panguyuban ini hanya sebagai tempat atau wadah untuk menciptakan keakraban dan menjalin tali silaturrahim di antara etnis Makassar yang terbagi di beberapa kecamatan,”Tutur Hj. Hamsina T Burhan.

Dikatakan pula, bahwa panguyuban KKMA ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari KKSS di Bombana, sehingga arah dan tujuan dari KKMA tak lepas dari KKSS di Bombana yang di ketuai Ir. H. Rustam Supendy, M. Si, “ kami sangat bersyukur Gubernur sultra yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan KKSS berkesempatan hadir dalam pengukuhan ini dan telah memberikan sumbangsih kepada kami sehingga kegiatan ini bisa berjalan walau sempat tertunda karena masalah tekhnis “ Imbuh Hj. Hamsina.

Dalam kesempatan ini, Bupati Bombana H. Tafdil, SE, MM membeberkan bahwa dari data yang ada jumlah Anggota KKMA di bombana diperkirakan berjumlah sekitar 10 ribu orang yang berada dan bermukim di Kepulauan kabaena, Poleang dan Rumbia, “ saya perlu sampaikan pada Bapak Gubernur bahwa warga KKMA A’ Bulosibatang di bombana memiliki profesi yang beragama, ada yang bekerja sebagai petani tambak, ada pengusaha dan lain sebagainya, namun perbedaan tersebut tidak menciptakan perbedaan melainkan makin mempererat tali silaturrahim, bukan hanya sesama warga Makassar, bahkan dengan warga etnis lain di bombana ini dengan terbentuknya KKMA bisa lebih mempererat kebersamaan kami´semua “ Kata H. Tafdil.

H. Tafdil juga mengharapkan dengan dikukuhkannya KKMA hari ini, panguyuban ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat berkumpul semata, tetapi wadah ini dijadikan tempat untuk bertukar pikiran, tempat menyelesaikan sebuah permasalahan secara kekeluargaan,” yang terpenting pembinaan kerukunan ini harus berkesinambungan, dan pemerintah akan selalu siap membantu” Ujarnya.

Pengukuhan KKMA A’bulo Sibantang periode 2012 – 2016 ini terdiri dari kerukunan KKMA Rumbia, KKMA Rumbia Tengah, Rarawatu, Rarowatu Utara dan lantari jaya yang beranggotakan secara keseluruhan berjumlah 1500 orang.

Gubernur Sultra H, Nur Alam yang turut menghadiri pengukuhan tersebut berpendapat sama,bahwa panguyuban ini merupakan perwujudan instrumen dalam kehidupan sosial di dalam lingkungan masyarakat.” Kita semua patut berbangga bahwa dengan panguyuban ini, mencerminkan kepada kita semua bahwa ada tempat atau ruang yang dibentuk untuk menciptakan akselerasi yang selaras dalam menghindarkan masyarakat dari benturan yang mungkin bisa saja terjadi, karena panguyuban ini di bangun dengan asas kekeluargaannya” kata H. Nur Alam.

“ Olehnya itu, saya menghimbau kepada semua pihak untuk menjadikan ini sebagai sebuah contoh nyata, dengan adanya hubungan erat yang di bangun dalam sebuah panguyuban seperti KKMA ini, kesejhteraan, kenyamanan dan kesimbangan sosial dalam masyarakat bisa terwujud” tambah Ketua DPD PAN Sultra Ini.

Komentar