LESTARIKAN BUDAYA DAERAH MORONENE , DIKBUD BOMBANA GELAR PELATIHAN TOLEA

SHARE:
  •  
  • 77
  •  
  •  
  •  

RUMBIA, Kominfos
Tolea, salah satu pelaku budaya yang berperan penting dalam mengkomunikasikan, maupun menyampaikan suatu amanah atau pesan dari kelompok masyarakat kepada kelompok masyarakat lainnya sekaligus berfungsi sebagai duta dalam urusan penting dalam penyelesaian adat dan budaya Moronene.
Sebagai langkah kongkrit dalam upaya pelestarian tradisi Tolea, dan budaya daerah Moronene di Kabupaten Bombana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana awal Agustus lalu menggelar Pelatihan Tolea Adat Moronene yang berlangsung selama satu hari di Hotel Rahmat Rumbia.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Bakri Djaya, S.Pd. kepada Kominfos, mengungkapkan tujuan pelatihan Tolea, dimaksudkan untuk menyamakan persepi antara pelaku adat tolea di Wilayah daratan Moronene dan Wilayah Kepulauan Kabaena.
Kata Bakri Djaya, dalam prakteknya rupanya ada perbedaan antara pelaksanaan adat perkawinan Moronene di Kabaena dan adat Perkawinan Moronene wilayah Poleang dan Rumbia.
“ Setelah kami melakukan kajian dan studi diapangan, rupanya ada sedikit berpedaan dalam tata cata pelaksanaan Tolea di wilayah Kabaena dan wilayah daratan. Karena itu kita lakukan pelatihan ini untuk menyamakan persepsi dalam tata cara pelaksanaannya” Ujarnya.
Dikatakan bahwa kegiatan yang dilakasanakan awal Agustus lalu, merupakan tindak lanjut dari kegiatan workshop kebudayaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana tahun 2017.dan telah merekomendasikan untuk dilanjutkan ditahun 2018.

Sejumlah tokoh adat dan pemerhati budaya turut meramaikan acara pelatihan Tolea yang berlangsung di Hotel Rahmat pada tanggal 4 Agustus 2018. Meski hanya berlagsung selama 1 hari, sekitar 40 orang pelaku adat Tolea dari berbagai kecamatan di kabupaten Bombana Cukup bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tolea sebanyak itu berasal dari 15 kecamatan yang terdiri dari Kec. Rumbia, Kec. Rumbia Tengah, Kec. Mata Oleo, Kec. Rarowatu, Kec. Rarowatu Utara, Kec. Lantari Jaya, Kec. Poleang Utara, Kec. Poleng Tenggara, Kec. Poleang Barat, Kec. Tontonunu, Kec. Mata Usu, Kec. Kabaena, Kec. Kabaena Utara, Kec. Kabaena Tengah dan Kec. Kabaena Timur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Rauf Abidin, S.Pd. memaparkan, pelatihan Tolea yang digelar belum lama ini merupakan tindak lanjut workshop kebudayaan tahun 2017 lalu dan telah dibukukan dengan judul Peran Tokoh Adat Tolea dalam Masyarakat Moronene Kabaena dan Moronene Rumbia dan Poleang yang ditulis oleh Kasman, S.Sos. dan Ruddin, A,Ma,Pd.
“Sebagai acuan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana telah menerbitkan buku panduan Tolea dalam adat perkawinan Moronene, dan ini menjadi salah satu rujukan kita” Kata kadis.

Untuk memberikan pengetahuan dan informasi tata cata pelaksanaan Tolea, Narasumber pelatihan diambil dari tokoh-tokoh adat dari wilayah Kabaena dan dari wilayah Rumbia. Tokoh adat dari Rumbia yaitu Saleh Syamruth, BA, S.IP dan Ruddin, A.Ma.Pd.Sementara yang dari wilayah Kabaena yaitu Kasman, S.Sos dan Drs. H. Abdul Madjid M.
Setelah kegiatan ini dilakukan, diharapkan agar tolea-tolea tersebut bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan. Dengan demikian keseragaman para pelaku tolea dalam melaksanakan tugasnya dalam rangkaian acara pernikahan dapat terlaksana dengan baik.
M. Diah Bandu, Tokoh Adat dari Kecamatan Poleang Barat mengaku senang dan gembira dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam pelaksanaan pelatihan Tolea. “Kami sangat senang dengan pelatihan seperti ini (Tolea-red) karena sudah cukup lama kami tunggu-tunggu agar bisa menjadi rujukan bersama dalam prakteknya di tengah-tengah masyarakat Adat Moronene.” Ujarnya.
Tokoh Adat dari Desa Rakadua ini mengungkapkan, materi yang diberikan instruktur meliputi proses awal pelamaran, sampai pada tahapan pelaksanaan pesta penikahan adat Moronene. Semua dipaparkan secara detail oleh pemateri sehingga bisa mendapatkan penyegaran dan pengetahuan baru.

Penulis: Tim Kominfos
Editor: Anton Ferdinan