LPSE BOMBANA RESMI DI BUKA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Prof. DR. Himawan Adinegoro, M. Sc, DFT mengatakan Tuntutan Pengadaan secara virtual, transparansi dan akuntabilitas serta transparansi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) merupakan aplikasi dari sebuah aturan yang tertuang dalam Impres No 17  Tahun 2011 yang tidak bisa tidak harus dilaksanakan.  

Pasalnya, menurut Deputi LKPP Pusat ini, bahwa banyaknya yang terkait kasus korupsi  saat ini, tidak lepas dari sistem atau kurangnya pengawasan yang dilakukan berbagai pihak dalam proses tender secara manual, sehingga permainan atau sistem suap menyuap masih bisa dilakukan untuk memenangkan satu pengadaan.  

” saya bersyukur dan bangga dengan launcingnya LPSE Kab. Bombana  hari ini ( 15/6), menandakan pemerintahan sekarang ini telah membuat terobosan baru” ujar DR. Himawan kala memberikan sambutan.  

DR. Himawan mengakui pula, untuk di sulawesi tenggara, baru kabupaten bombana yang merupakan kabupaten pertama melakukan launcing LPSE, sehingga ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk segera melakukan hal serupa.” beberapa kabupaten juga jauh hari sebelum bombana sudah menyampaikan ke saya akan launcing, namun sampai sekarang ini tidak ada satupun yang merealisasikannya, makanya saya sangat mengapresiasi bombana, karena merupakan kab. pertama di sultra ini LPSE launcing, yang lebih mengagumkannya lagi hal ini dipersiapkan hanya dalam tempo 3 minggu ” tukas DR. Himawan.

Himawan pun menuturkan untuk saat  ini pengelolaan keuangan Kab. Bombana melalui APBD tahun 2012  berjumlah 400 milyar, dimana  setengah dari anggaran tersebut atau kurang lebih 200 Milyar digunakan untuk pengadaan barang dan jasa, ” Artinya, sesuai dengan impres, yang diwajibkan untuk dilelang secara elektronik melalui LPSE hanya berkisar 40%  dari total anggaran barang dan jasa, jika di rata-ratakan hanay sekitar 60-70Milyar saja lewat LPSE, sisanya bisa dilakukan secara manual” Ungkapnya.  

Di tempat yang sama Bupati Bombana H. Tafdil sangat bersyukur dengan adanya LPSE di Bombana, dirinya yakin hal ini akan sangat membantu komitmen pemerintah daerah dalam meminimalisir kasus korupsi di bombana, sebab menurut H. Tafdil dengan LPSE ini transparansi pelelangan suatu pengadaan dapat di ketahui masyarakat umum karena sistemnya online.

” bukan itu saja, dengan adanya sistem LPSE, maka itu akan memperirit biaya yang dikeluar oleh kontraktor apabila ingin mengikuti lelang, bisa dibayangkan, tender yang dilakukan tender secara manual biaya administrasinya dari berkas hingga anuishing sangat besar, karena harus menyiapkan dokumen, belum lagi jika orang yang ikut lelang itu jauh dari bombana, dengan adanya sistem LPSE ini diharapkan mampu membawa terobosoan baru dari paradigma yang pernah di jalani ” kata H. Tafdil.  

Namun dirinya tidak menyangkali, dalam LPSE ini juga ada hal yang tetap menjadi pertimbangan penilaian, misalnya dari sisi jumlah penawaran, itu merupajan hal yang perlu dipertimbangkan, tapi pada prinsipnya, dengan ada LPSE transparansi suatu tender bisa di nilai.  

” di LPSE tidak sda seorang pun yang bisa menjamin siapa pemenang suatu tender ” Juar H,Tafdil.  

Pada Luncing LPSE Bombana yang dilaksanakan di Kantor Bupati Bombana dan di hadiri wakil bupati bombana serta para kepala SKPD, H. Tafdil juga berkesempatan melakukan pengguntingan pita dan penekanan klik LPSE Online sebagai simbol pengoperasian layanan pengadaan secara elektronik di bombana melalui LPSE.

Komentar