MUSYAWARAH LAM BUKAN MENJADIKAN KABAENA SEBAGAI KABUPATEN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabaena, Ketua Panitia Musyawarah ke 2 Lembaga Adat Moronene ( LAM ) Tokotu’ a saat ditemui di sela – sela pemnukaan musyawarah tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari keinginan masyarakat Moronene Tokotu’a untuk berperan aktif proses pengenalan adat istiadat yang saat ini sedang di galakkkan pemerintah daerah, sebab sahrul yakin bahwa tanggung jawab hal tersebut bukan hanya terletak dan jadi beban pemkab yang harus ditanggung sendiri, namun membutuhkan sinergitas dari seluruh  yang ada di daerah ini khususnya Mpmasyarakat moronene Tokotu’a.  

Sahrul menjelaskan, dasar pemikiran dari kegiatan tidak lepas dari keinginan mahasiswa kabaena yang ada di kendari, diutarakan bahwa keinginan mashasiswa yang sangat besar untuk melaksanakan musyawarah, agar tercipta ide-ide brilian untuk menjadikan kabaena sebagai salah satu daerah yang bermartabat dan berbudaya.  

” musyawarah ini bertujuan untuk menghasilkan suatu rumusan dan gagasan menjadikan kabaena sebagai daerah maju atau kabaena moico 2020 ” kata Sahrul.  

Ditekankan pula oleh putra asli kabaena ini, bahwa pelaksanaan  musyawarah LAM  Tokotu’a di Tangkeno Kec. Kabaena Tengah ini semata mata untuk mengantar kabaena menuju  kabaena Moico 2012 dan melanjutkan musyawarah pertama yang pernah dilaksanakan pada November 2006 lalu. Sahrul juga menegaskan bahwa agenda kegiatan ini tidak memiliki nuansa apapun selain menggali budaya asli Masyarakat Moronene Tokotu’a.  

” kami juga akan memilih ketua Lembaga Adat yang baru, selain itu pula musyawarah yang kami lakukan sekarang ini hanya bertujuan untuk memajukan kabaena dari segala aspek, dan perlu saya tegaskan tidak ada niat sedikitpun untuk menjadikan kabaena sebagai kabupaten tersendiri pada kegiatan ini ” tegas Sahrul  

Musyawarah yang di sedianya akan digelar selama 2 hari ini ( 30 juni – 2 juli ) akan dihadiri kurang 165 orang,  dimana anggota lembaga adat yang akan mengikuti musyawarah merupakan amanat dari musyawarah pertama dari 33  desa se Kabaena yang masing masing desa terdiri dari 5 orang.  

Terpisah, Anggota DPRD Kab. Bombana Abady Makmur, S.Ip yang turut pada kegiatan tersebut mengatakan dirinua secara pribadi dan lembaga sangat mengapresiasi kegiatan ini, pasalnya menurit abady pelestarian budaya lokal sudah harus digalakkan sehingga kedepannya warisan dari leluhur ini tidak hilang karena kesalahan kita sendiri.  

lebih lanjut abady mengatakan pihak DPRD akan mendorong pihak pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran buat lembaga – lembaga adat dan budaya di daerah ini, bahkan Abady menginginkan pelestarian budaya seperti LAM  ini tidak hanya di lakukan di kabaena, namun di daerah lain seperti poleang dan rumbia pun kata abady perlu juga di laksanakan.  

” kita tidak bisa pungkiri untuk meningkatkan harkat dan martabat, kita tidak lepas dari budaya dan beradab, makanya pemerintah harus memberikan perhatian serius dan represip terhadap lembaga Adat seperti sekarang ini, karena kita tidak bisa pungkiri terkadang kita terlupa akan pentingnya nilai nilai budaya ” tutut Abady.  

lebih lanjut, Abady yang rencananya akan maju bertarung di Pilcaleg Provinsi 2014 mendatang mengatakan bahwa sebagai salah satu putra daerah, kelak jika terpilih bukan hanyaersoalan budaya yang menjadi fokusnya kedepan, namun segala aspek seperti air bersih, kesehatan dan pendidikan akan menjadi fokus perhatiannya.  

” saya berharap dukungan semua pihak khususnya seluruh masyarakat di bombana agar niat dan ketulusan ini bisa tercapai dengan memberikan dukungannya, apalagi sejak Ibu Hj. Masyhura terpilih menjadi wakil Bupati Bombana, otomatis sudah tidak ada lagi putra daerah bombana yang menjadi perwakilan kita di DPRD Provinsi ” harap Abady.

Komentar