PASANGAN NUSA BERJAYA DI BOMBANA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Lima hari pasca usai pelaksanaan pemilukada gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Periode 2013-2018, Komisi Pemilihan Umum Kab. Bombana melakukan Pleno Rekapitulasi suara di Gedung Dekranasda yang menempatkan pasangan Nusa mengungguli dua kandidat lainnya BM-Amirul dan ARBae dengan perbedaan persentase perolehan suara yang cukup signifikan.    

Berdasarkan Pleno  KPUD Kab. Bombana yang melakukan perhitungan suara berasal dari seluruh TPS di 22  Kecamatan se Kabupaten Bombana berjalan tertib dan aman, dimana pasangan NUSA berhasil memperoleh jumlah suara 48.241 atau 68 persen, pasanagn BM-AMIRUL  berhasil meraih total suara  sebanyak 11.980 atau 17 persen sedangkan pasanagn ARBAE hanya meraih 10.302 suara atau 15 persen dari masyarakat yang menyumbangkan hak suara 70.523 pemilih.    

Salah seorang anggota KPUD Kab. Bombana Ashar saat menuturkan pleno yang di lakukan oleh pihaknya merupakan hasil perhitungan yang dilakukan ditingkat PPS dan PPK, namun kata ashar sebagai amanah undang undang pihak KPUD selaku penyelenggara pemilukada di haruskan untuk melakukan pleno rekapitulasi suara.  

” apa yang di lakukan oleh KPUD Bombana sudah sesuai mekanisme aturan yang berlaku ” Ungkap Ashar  

Terkait adanya penolakan saksi untuk menandatangani berita acara dari pihak BM-AMIRUL  dan ARBAE, ashar menuturkan hal tersebut merupajan dinamika politik yang harus kita pahami bersama, namun di lain pihak kata ashar jika ada pelanggaran yang ditemukan oleh tim pasangan calon silahkan melaporkan ke pihak panwas.    

Sekedar diketahui, Pleno Rekapitulasi perhitungan suara pemilukada Gubernur dan Wagub periode 2013-2018 yang dilaksanakan KPUD Kab. Bombana diwarnai aksi protes saksi dari pasangan Calon BM-AMIRUL dan  ARBAE, pasalnya mereka menuding pada pencoblosan tanggal 4 November 2012 lalu, pihak pemerintah telah melakukan intimidasi dengan menekan para pegawai untuk mencoblos pasangan Nusa.

” saya tidak akan menandatangani berita acara pleno karena telah banyak pelanggaran yang terjadi ” tutur Supardi Saksi BM-AMIRUL.

Snada dengan Supardi, Nasaruddin yang menjadi saksi ARBAE pada pleno tersebut turut pula menolak untuk bertanda tangan, dirinya menuding adanya tenaga Honorer yang di pecat oleh pihak pemerintah daerah setelah diketahui mereka simpatisan dari ARBAE, namun anehnya saat keduanya di minta bukti pelanggaran yang diutarakan, kedua orang tersebut tidak mampu menunjukkan bukti pelanggaran yang mereka maksud.

Terpisah, Ketua Panwaslu Kab. Bombana Andi Pattiroi mengatakan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon, pihak panwaslu secara terbuka untuk memproses.  

” kami siap menerima aduan apapun terkait pelanggaran pemilukada, namun harus disetsi bukti bukti dari laporannya ” kata A. Pattiroi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *