PASCA BANJIR, JALAN PENGHUBUNG DUA DESA MULAI DIKERJAKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RUMBIA – Bencana banjir yang merendam lima desa di wilayah Tontonunu dan Poleang Utara, Rabu (17/7), menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Sejumlah jembatan putus, dan 21 kilometer jalan kabupaten rusak parah akibat banjir.

Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Bombana H Nuhung mengatakan, bahwa, pihaknya akan berupaya maksimal merehabilitasi jalan dan empat buah jembatan yang rusak. Agar masyarakat tetap melakukan aktifitas ekonomi dan sosialnya.

“Banjir ini sangat parah. Tapi kami akan berusaha merehabilitasi kerusakan di bidang PU secepatnya,”kata Nuhung.

Untuk rehabilitasi jalan kabupaten yang rusak sepanjang 21 KM, maka Dinas PU sudah menurunkan satu alat berat dan bekerja mengupas dan memperbaiki jalan dari Desa Tontonunu ke Desa Tongkoseng dengan panjang sekitar lima kilometer.

“Kondisi jalan sangat memprihatinkan setelah direndam banjir. Tapi kami sudah memperbaiki lebih dari lima kilometer jalan yang rusak,”katanya.

Untuk jembatan yang putus, PU akan melakukan penanganan darurat dengan batang kelapa.

“Semua jembatan, sementara diperbaiki bersama masyarakat dan anggota Polsek Poleang, agar mobilitas masyarakat tidak terputus,”kata Nuhung yang didampingi Ketua DPRD Bombana Andhy Ardian SH seusai mengunjungi korban banjir Tontonunu, akhir pekan kemarin.

Kepala Bidang Pengairan PU Bombana, Sofyan menambahkan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV untuk rencana normalisasi sungai dan peningkatan tanggul sungai Poleang demi menanggulangi bajir di Tontonunu, Poleang Utara dan Timur yang biasa terjadi karena luapan air sungai Poleang.

“Kita akan berikan data aktual menyangkut sungai besar di wilayah Poleang, agar bencana banjir bisa ditanggulangi,”kata Sofyan seraya menambahkan bahwa untuk normalisasi sungai kecil di Poleang dan Tontonunu juga dapat diporsikan melalui APBD Bombana.

Banjir yang cukup parah ini, menggenangi lima desa yang rata rata memiliki lahan persawahan yang sangat luas yakni Desa Tongkoseng dan Puuwonua Kecamatan Tontonunu. Kemudian, Desa Karya Baru dan Desa Tanah Poleang Kecamatan Poleang Utara dan Desa Teppo Kecamatan Poleang Timur.

Bupati Bombana H. Tafdil,SE.,MM saat dihubungi mengungapkan, bahwa kerugian material akibat banjir ini dapat mencapai puluhan milyar rupiah. Selain bidang PU, bidang pertanian dan perikanan tercatat 250 Hektar tambak udang dan ikan, 205 Hektar sawah siap penen dan 112 Hektar sawah pasca taman yang rusak terendam air. Selain itu ratusan rumah warga terendam air dan dua rumah hanyut terbawa arus banjir.

“Kita sudah memberikan bantuan pangan berupa beras 2,5 ton, air mineral, telur mie instan, Ikan kaleng, bahan pakaian. Serta dibuka posko kesehatan,”ungkap H. Tafdil

Komentar