PEMERINTAH AKAN BANTU PROMOSIKAN BUDAYA MORONENE

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Keinginan Pemerintah daersh Kabupaten Bombana untuk mengembangkan dan melestarikan budaya lokal yang ada di bombana khususnya budaya Suku Moronene sebagai warisan budaya asli daerah ini mulai di galakkan, hal tersebut di ungkapkan H.Tafdil, SE,MM beberapa saat lalu.  

Menurut Bupati Bombana ini, keberadaan Suku Moronene tidak hanya berads di Kabupaten Bombana, namun untuk di jazirah  Sulawesi Tenggara sendiri kata H. Tafdil keberadaan suku moronene bisa dikatakan hampir di seluruh kabupaten ada.   H. Tafdil mengemukakan, sebagai salah satu budaya asli bombana, kwbudayaan akan etnis moronene harus dijaga kelestariaannya, bahkan hal tersebut harus terekspos ke luar agar keberadaan dan keunikan budaya moronene bisa di ketahui oleh masyarakat luas.  

” pemerintah akan membantu publikasi budaya asli kita sebagai implementasi perwujudan kearifan lokal ” tukas H. Tafdil.  

lebih lanjut, Ketua DPD PAN Bombana ini mengatakan hingga kini yang tersisa dari budaya asli para leluhur ( moronene ) yang  sampai saat ini bisa kita lihat hanya motif dan corak ( burisininta dan bosu bosu ), sedangkan peninggalan lainnya kata H. Tafdil kini mulai terkikis dan keberadaannyapun sulit kita temukan.  

” kita harus gali kembali budaya ini, jangan sampai warisan yang sangat berharga ini dan tak ternilai harganya hilang karena kelalaian kita sendiri ” kata H. Tafdil.

Kedepannya, Dirinya berharap dalam waktu dekat ini para tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk segera merembukkan pelestarian budaya ini, bukan hanya di Rumbia, Poleang dan Kabaena pun harus bersama -sama merumuskan langkah yang tepat dalam pengembangan budaya yang ada sekarang. salah satu yang di contohkan pengukuhan mokole, hal tersebut harus di kemas dalam bentuk visual kemudian di siarkan melalui media media cetak dan elektronik, apalagi Menurut H. Tafdil jika budaya asli sudah terekspos maka bukan tidak mungkin akan banyak masyarakat luar yang akan datang baik meneliti maupun menikmati keaslian budaya tertua di bombana.  

” pemerintah sebagai fasilitator akan berupaya semaksimal mungkin, namun hal tersebut harus di sokong kesungguhan dan kerjasama dari semua pihak ” tambahnya.  

Sementara itu ditempat berbeda, terlepas sebagai aparatur pemerintah daerah Hasdin Ratta  sangat menyambut baik apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah dalam mengembangkan dan mempromosikan budaya lokal etnis moronene, pasalnya kata Hasdin, suatu kebudayaan akan sangat sulit di kenal oleh masyarakat luas jika kebudayaan itu sendiri tidak diperkenalkan melalui media dengan bantuan pemerintah daerah. “kita harus menyambut baik apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah dalam rangka promosi budaya ( moronene ) ” tukas Hasdin Ratta.

Komentar