PEMKAB AKAN AWASI PENYALURAN RASKIN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Maraknya penyalahgunaan penyaluran Beras untuk masyarakat yang memiliki tingkat pendapatan ekonomi rendah atau biasa di sebut dengan Beras Raskin di berbagai  daerah membuat pihak Pemerintah Bombanamemperketat penyaluran beras bersubsidi tersebut melalui sosialisasi yang dihadiri seluruh pejabat, baik itu Eselon II, III dan IV lingkup Pemkab.

Ketua Panitia Pelaksana Husrifnah Rahim, ST, M. Si dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan pemerintah daerah kabupaten bombana yang melibatkan unsur pejabat ditingkat Kelurahan dan Desa tersebut tidak lepas dari keinginan Pemkab dalam memberikan pemahaman terkait sistem dan prosedur pelaporan penyaluran raskin di tahun 2015 ini.

“ Pemerintah akan terus memonitoring prosedur pelaksanaan penyaluran beras raskin ini agar lebih tepat sasaran , apalagi Bupati sudah menerbitkan  Surat Keputusan tentang pembentukan tim koordinasi dan monitoring untuk mengevaluasi penyaluran beras ini “ kata Husrifnah.

Keterlibatan Masyarakat secara langsung sebagai penerima dari bantuan ini kata Kepala Bagian Pembangunan ini agar masyarakat bisa menjadi control dari pelaksanaan program ini, terlebih lagi saat ini proses penyaluran dari beras yang di khususkan untuk masyarakat miskin ini perlu pengawasan dari semua pihak agar tidak ada lagi kesalahan dalam penyalurannya.

Seperti diketahui, dari data yang diperoleh author media ini diketahui jumlah bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat sebanyak 167.235 Kg beras dengan jumlah penerima Raskin yang terdata saat ini untuk wilayah kabupaten bombana sebanyak 11.149.

Ditempat yang sama, Bupati Bombana H. Tafdil, SE. MM menuturkan bahwa kerap ditemukannya penyaluran raskin yang tidak tepat sasaran di butuhkan keterlibatan semua pihak dalam proses penyaluran beras raskin tersebut, sehingga dapat dengan mudah diproteksi agar bantuan ini tidak salah sasaran.

“ Sosialisasi ini merupakan sarana untuk memproteksi diri dalam penyaluran beras bersubsidi ini apalagi persoalan ini meyangkut hajat hidup masyarakat sehingga saya meminta kepada pihak – pihak yang berkompeten jangan pernah menyalahgunakan bantuan ini “ kata Bupati Bombana.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemerintah Bombana ini mengaku bahwa saat pemkab juga telah menyediakan anggaran untuk penyaluran beras raskin dari titik distribusi sebesar Rp. 100/Kg, sehingga tidak ada lagi alasan bagi pengelolah untuk melakukan pungutan – pungutan ke masayarakat penerima. Bahkan jika data raskin yang saat ini sudah benar – benar valid, pihaknya berjanji akan mengkaji kembali kebijakan tersebut agar subsidi bisa dilakukan secara menyeluruh.

“ kalau datanya sudah benar – benar valid tahun depan kita akan kaji apakah subsidi bisa dilaksanakan secara menyeluruh terlebih algi secara hitung – hitung anggaran yang di gunakan tidak begitu besar, namun lagi – lagi datanya harus benar – benar sudah tidak berubah lagi “ kata H. Tafdil.

Komentar