PEMKAB BERSAMA WARGA PASAR LAMA SEPAKATI LUAS BANGUNAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Setelah bergulir cukup lama persoalan yang melibatkan Pemkab Bombana Dengan Masyarakat yang bermukim di Eks Pasar Kasipute yang berada di jatung Ibu Kota Rumbia terkait pembongkaran pasar peninggalan Kabupaten Buton tersebut, akhirnya pagi tadi (21/01) tim terpadu bentukan Pemkab Bombana yang merupakan bentukan Pemkab Bombana turun ke lokasi tersebut untuk melakukan pengukuran ulang luas bangunan warga yang selama ini telah menempati pasar tersebut.

Ketua Tim Terpadu Rusman, S. Pd. M.Si yang ditemui di ruang kerjanya usai pengukuran menjelaskan bahwa persoalan yang sudah cukup lama tersebut Pemkab dengan warga telah bersepakat untuk merevitalisasi Pasar  Lama untuk di bongkar sehingga hal ini merupakan angin segar bagi pihak pemerintah daerah untuk melakukan penataan di wilayah kota tua itu.

“  Alhamdulillah tadi pagi kita sudah melakukan pengukuran bangunan rumah dan kios warga karena selama ini data yang ada masih belum lengkap “ Kata Rusman.

Lebih lanjut, Mantan Aisiten I Setda Bombana ini menjelaskan hingga saat ini kesepakatan yang terjalin merupakan satu langkah maju sejak rencana pembokaran pasar ingin dilakukan, namun Kepala Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) Bombana yang baru beberapa hari ini dilantik mengungkapkan untuk besaran ganti rugi bangunan akan kembali di bicarakan lebih lanjut agar tidak melanggar aturan yang ada.

“ yang terpenting kita sudah sepakati dulu luasan bangunan sehingga inilah yang akan menjadi dasar bagi kita membicarakan lebih lanjut lagi mengenai besaran ganti rugi bangunan warga di pasar itu “ terang Rusman, S. Pd.

Seperti diketahui, Tim terpadu yang turun di pasar lama untuk melakukan pengukuran tersebut selain melibatkan institusi Kepolisian dan DPRD Bombana, pengukuran yang dilakukan di seluruh penjuru pasar pagi tadi turut pula disaksikan langsung oleh warga sendiri, bahkan desas desus yang selama ini di hembuskan bahwa warga pasar lama tidak ingin di pindahkan ternyata hanya merupakan hoax.

Sehari sebelumnya, Tim terpadu Pemkab Bombana diketahui melakukan rapat internal yang di Pimpin langsung Wakil Bupati Bombana Ir. Hj. Masyhura di Dampingi Sekretaris Daerah Bombana  H. Burhanuddin bersama salah seorang Jaksa Pengacara Negara selama lebih kurang 2 jam diruang rapat Bupati.

Dalam Rapat tersebut, Sekda Bombana mengingatkan agar persoalan pembongkaran yang sudah sejak lama ingin dilakukan agar diselesaikan dengan cara bijak melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat, bahkan Jenderal Pegawai di bombana ini meminta kepada seluruh Tim agar tidak merugikan masyarakat dengan menghitung kembali luasan bangunan.

“ kembali Ukur ulang luasan bangunan warga di sana sehingga ketika ganti rugi yang dilakukan pemkab tidak sedikitpun merugikan masyarakat dan menyisahkan lagi problem baru “ kata Sekda Bombana.

Senada dengan Sekda, Wakil Bupati Bombana mengungkapkan hal serupa, bahkan dirinya kembali mengingatkan agar dalam pengukuran tersebut secara langsung melibatkan warga sendiri, sehingga tidak lagi terjadi kesalapahaman dalam menghitung luas  area bangunan yang mereka sudah tempati selama betahun – tahun ketika ganti rugi dilakukan.

“ kita juga bersyukur bahwa warga sudah memahami keinginan pemerintah untuk membanguna daerah ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama dengan pemerintah untuk turut serta dalam proses pembangunan karena tujuan pemkab tidak lain semata – mata demi kesejahteraan rakyat “ kata Ir. Hj. Masyhura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *