PEMKAB BOMBANA KEMBALI REKRUT TENAGA HONORER

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Tahun 2013 ini pemerintah Kabupaten Bombana akan merekrut kembali tenaga honorer untuk bekerja di instansi- instansi lingkup pemkab Bombana, hal tersebut dilakukan dikarenakan dalam kurun waktu tiga bulan ini nasib ribuan tenaga honorer yang mengabdikan diri di Pemkab Bombana masih belum jelas dikarenakan terbitnya Surat Edaran Mendagri yang melarang seluruh Pemerintah Daerah Baik itu Provinsi maupun Kabupaten/kota mengangkat tenaga honorer untuk mengabdi, Kabar tersebut di hembuskan Bupati Bombana kala memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati baru – baru ini (18/3).

H. Tafdil menuturkan keterlambatan perekrutan Tenaga Honorer tersebut bukan suatu kesengajaan yang dibuat Pemerintah Daerah, namun pihak pemerintah daerah kata H. Tafdil masih mencari solusi terbaik agar pengangkatan tersebut tidak menabrak aturan yang ada.

Lebih Lanjut Ketua DPD PAN Bombana ini, menambahkan setelah Tim yang diutus melakukan konsultasi dengan pihak kementerian beberapa saat lalu, pihak kementerian sudah memberikan lampu hijau untuk perekrutan tersebut, sehingga dirinya berjanji akan meyelesaikan masalah ini secepatnya.

” Kami minta maaf atas keterlambatan ini, kami berjanji akan menyelesaikannya dalam minggu ini juga” kata H. Tafdil di hadapan ribuan PNS dan PHTT yang mengikuti Upacara HKN yang setiap bulannya sudah menjadi kegiatan rutin setiap Pemerintah Daerah di Indonesia.

Sambung, untuk perekrutan kali ini pihak pemkab akan tetap mengacu pada Surat Keputusan ( SK ) pengangatan Tenaga Honorer tahun 2012,artinya bagi mereka yang akan mendapatkan SK pengangkatan tahun ini hanya di boleh bagi mereka yang sudah pernah mengabdi di tahun sebelumnya, namun bagi mereka yang sudah di keluarkan karena melanggar aturan kontrak yang pernah ditandatangani jika 46 hari kerja tidak masuk kantor tanpa keterangan, maka mereka tidak di benarkan untuk di angkat kembali

” Ini harus menjadi catatan buat kita semua dan jangan lagi memasukkan tenaga baru karena akan membebani anggaran kita ” tegas H. Tafdil.

Pernyataan Bupati tersebut disambut gembira oleh seluruh Tenaga Honorer, pasalnya Teka-teki status tenaga honorer yang jumlahnya diperkirakan ribuan sejak awal tahun ini belum menerima gaji sudah menemui titik terang.

” Kami bersyukur karena status kami sudah jelas, ternyata pak bupati masih memperjuangkan nasib dan kelangsung hidup kami untuk mengabdi di daerah ” kata seorang PHTT yang enggan di sebutkan namanya.

Komentar