PEMKAB RANCANG PERBUP, DISTAMBEN PANTAU PENGOLAHAN BATU PERMATA KABAENA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumbia. Makin di gemarinya Batu Akik atau Batu Permata membuat Pemkab Bombana mulai ancang membuat Peraturan Bupati untuk mengantisipasi eksploitasi yang dilakukan beberapa pihak terhadap Batu Permata yang banyak di temukan di pulau Kabaena khususnya Desa Pongkalaero dan Desa Batuawu, pasalnya dari beberapa sumber menuturkan saat ini batu permata yang jenisnya masuk batu sedimen Ultra Basah tersebut mulai di eksploitasi di beberapa daerah luar bombana sehingga batu permata yang memiliki beragam warna dari pulau Kabaena seolah kehilangan namanya di daerah lain.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupatemn Bombana Drs. H. Yusuf Lara saat ditemui di ruang kerja baru – baru ini menuturkan dirinya sudah mendapat informasi banyaknya peminat yang menggemari batu permata asal Kabaena sehingga banyak diantara mereka datang langsung di lokasi untuk membeli dalam jumlah besar, sehingga hal tersebut membuat mantan Kepala Bidang Laut tersebut mulai merancang Peraturan Bupati untuk mengatur regulasi batu permata tersebut.
” Kami sudah mendengar hal tersebut bahwa banyak pengrajin batu akik dari salah satu daerah di sultra datang ke Kabaena untuk membeli bongkahan batu permata tersebut dari masyarakat, sehingga setelah di olah dan mereka bawa pulang kedaerahnya maka batu tersebut khususnya giok tidak lagi dikenal sebagai batu yang berasal dari kabaena ” kata Yusuf Lara.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan saat ini dinasnya sudah melakukan pemantau langsung di beberapa tempat yang di duga menyimpan cadangan deposit batu permata khususnya di desa Pongkalaero dan Desa Batuawu, akan tetapi saat ini dirinya banyak berharap kepada pemerintah setempat khususnya Camat dan Kepala Desa agar membuat aturan tersendiri sementara ini sebelum Perbup diterbitkan, sehingga masyarakat tidak menjual bahan baku batu permata tersebut secara besar – besaran ke pihak lain yang berdampak tidak adanya pemasukan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas daerah, namun saat ditanya berapa jumlah cadangan deposit bahan baku batu permata tersebut, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah cadangan deposit batu tersebut karena menurutnya hal itu membutuhkan penelitian lebih akurat.
” Kita akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang bahan baku batu permata ini, namun saat ini kami fokus dulu pembahasan Peraturan Bupati yang mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah terbit ” kata Yusuf Lara.
Seperti diketahui dari berbagai informasi yang berhasil di himpun author website ini, jenis batu permata yang terdapat di Kabaena memiliki ragam warna yang sangat unik, bahkan jenis batuan yang berwarna hijau saja memiliki warna yang berbeda beda, sekedar di ketahui pula jenis batuan tersebut memiliki nama latin Krysopras atau batu yang masuk dalam rumpun batu ultra basah yang terbentuk di kedalaman lebih dari 2000 meter, bahkan sebelum digemarinya batu akik  saat ini oleh semua kalangan, jauh sebelumnya bahan baku batu permata dari kabaena kerap di kirim ke pasuruan kemudian di ekspor ke arab saudi dan dijadikan ole-ole orang yang usai melaksanakan ibadah haji.
” Kami akan mempercepat terbitnya Perbup tersebut sehingga ada regulasi yang jelas atas pegolahan batu permata yang ada di sana, karena kita juga menginginkan dari hasil pengolahan batu permata tersebut bisa memberikan pemasukan dalam bentuk PAD buat daerah kita, dan terutama bisa mendatangkan kesejateraan masyarakat disana ” ungkap Yusuf Lara.

Rumbia. Makin di gemarinya Batu Akik atau Batu Permata membuat Pemkab Bombana mulai ancang membuat Peraturan Bupati untuk mengantisipasi eksploitasi yang dilakukan beberapa pihak terhadap Batu Permata yang banyak di temukan di pulau Kabaena khususnya Desa Pongkalaero dan Desa Batuawu, pasalnya dari beberapa sumber menuturkan saat ini batu permata yang jenisnya masuk batu sedimen Ultra Basah tersebut mulai di eksploitasi di beberapa daerah luar bombana sehingga batu permata yang memiliki beragam warna dari pulau Kabaena seolah kehilangan namanya di daerah lain.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupatemn Bombana Drs. H. Yusuf Lara saat ditemui di ruang kerja menuturkan dirinya sudah mendapat informasi banyaknya peminat yang menggemari batu permata asal Kabaena sehingga banyak diantara mereka datang langsung di lokasi untuk membeli dalam jumlah besar, sehingga hal tersebut membuat mantan Kepala Bidang Laut tersebut mulai merancang Peraturan Bupati untuk mengatur regulasi batu permata tersebut.
” Kami sudah mendengar hal tersebut bahwa banyak pengrajin batu akik dari salah satu daerah di sultra datang ke Kabaena untuk membeli bongkahan batu permata tersebut dari masyarakat, sehingga setelah di olah dan mereka bawa pulang kedaerahnya maka batu tersebut khususnya giok tidak lagi dikenal sebagai batu yang berasal dari kabaena ” kata Yusuf Lara.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan saat ini dinasnya sudah melakukan pemantau langsung di beberapa tempat yang di duga menyimpan cadangan deposit batu permata khususnya di desa Pongkalaero dan Desa Batuawu, akan tetapi saat ini dirinya banyak berharap kepada pemerintah setempat khususnya Camat dan Kepala Desa agar membuat aturan tersendiri sementara ini sebelum Perbup diterbitkan, sehingga masyarakat tidak menjual bahan baku batu permata tersebut secara besar – besaran ke pihak lain yang berdampak tidak adanya pemasukan berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas daerah, namun saat ditanya berapa jumlah cadangan deposit bahan baku batu permata tersebut, dirinya mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah cadangan deposit batu tersebut karena menurutnya hal itu membutuhkan penelitian lebih akurat.
” Kita akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang bahan baku batu permata ini, namun saat ini kami fokus dulu pembahasan Peraturan Bupati yang mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah terbit ” kata Yusuf Lara.
Seperti diketahui dari berbagai informasi yang berhasil di himpun author website ini, jenis batu permata yang terdapat di Kabaena memiliki ragam warna yang sangat unik, bahkan jenis batuan yang berwarna hijau saja memiliki warna yang berbeda beda, sekedar di ketahui pula jenis batuan tersebut memiliki nama latin Krysopras atau batu yang masuk dalam rumpun batu ultra basah yang terbentuk di kedalaman lebih dari 2000 meter, bahkan sebelum digemarinya batu akik  saat ini oleh semua kalangan, jauh sebelumnya bahan baku batu permata dari kabaena kerap di kirim ke pasuruan kemudian di ekspor ke arab saudi dan dijadikan ole-ole orang yang usai melaksanakan ibadah haji.
” Kami akan mempercepat terbitnya Perbup tersebut sehingga ada regulasi yang jelas atas pegolahan batu permata yang ada di sana, karena kita juga menginginkan dari hasil pengolahan batu permata tersebut bisa memberikan pemasukan dalam bentuk PAD buat daerah kita, dan terutama bisa mendatangkan kesejateraan masyarakat disana ” ungkap Yusuf Lara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *